Takut dengan Dentuman Erupsi Marapi, 24 Kepala Keluarga Pilih Mengungsi

Penulis -

Kamis, 11 Januari 2024 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Sebanyak 24 kepala keluarga memilih mengungsi pasca erupsi gunung marapi yang terjadi Rabu sore (10/1/24). Pengungsi bertahan disebuah musalla di Kenagarian Koto Baru, Kecamatan X Koto, Tanah Datar.

Jumlah pegungsi dari 24 kepala keluarga itu sebanyak 68 jiwa yang terdiri 30 laki laki, 20 orang perempuan dan 18 orang 18 anak anak

Muklis, Camat x Koto saat ditemui di lokasi pengungsian mengatakan para warga memilih mengungsi karena merasa ketakutan dengan suara dentuman erupsi marapi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

” jadi warga kita ini takut dengan besarnya suara dentuman erupsi marapi kemarin. Memang, dentuman kemarin itu lumayan keras,” ugkap Mucklis.

Mucklis melanjutkan jika warga yang mengungsi merupakan warga yang bermukim disekitaran tower jalur pendakian marapi.

Untuk mencukupi kebutuhan pegungsi, pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan berupa sembako seperti beras, mie instan, telur dan beberapa jenis kebutuhan lainnya.

” untuk kondisi pengungsi saat ini dalam keadaan sehat, dan sesuai perintah bapak Bupati Eka Putra kita hari ini lansung mendistribusikan bantuan berupa sembako untuk warga,” lanjutnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Menanggapi sampai kapan masyarakat akan bertahan di musalla, Mucklis mengungkapkan akan terlebih dahulu berkordinasi dengan PVMBG, BPBD dan instansi berwenang terkait status dan ancaman erupsi marapi kedepan. Selain itu, pemerintah juga terlebih dahulj memperjelas jarak pemukiman warga dengan puncak marapi seperti larangan dalam edaran yang telah diterbitkan sebelumnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

” jika nanti dinyatakan diluar radius yang membahayakan, maka mereka bisa kembali kerumah masing masing lagi. Memang kemaren itu dentumannya sangat luar biasa,” tutupnya.

Berdasarkan rapat kordinasi antisipasi bencana erupsi marapi yang diselenggarakan pemerinta Kabupaten Tanah Datar, terdata Nagari Koto Baru merupakan salah satu nagari yang terdekat dengan puncak atau kawah marapi. Nagari ini terkategori beresiko tinggi ancaman letusan gunung marapi. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB