Tak Tahu Soal Korupsi, Direktur RSUD Padang Mengaku Baru Menjabat 2016

Penulis -

Jumat, 6 September 2019 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasidin Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Herlin Sridiani mengaku dirinya tidak begitu mengetahui kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) yang sedang diproses di Polresta Padang.

“Saya tidak begitu tahu kasusnya, namun dari keterangan polisi disebutkan tentang pengadaan Alkes tahun 2013,” kata Herlin Sridiani, Jumat.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Hal itu dikatakannya usai tim Polresta Padang menggeledah sejumlah ruangan di rumah sakit “plat merah” tersebut.

Ia menjelaskan dirinya baru menjabat sebagai direktur rumah sakit itu pada 2016, sementara pengadaan yang diusut terjadi pada 2013.

Meskipun demikian, Herlin mengatakan pihaknya akan menghormati proses hukum yang sedang dilakukan polisi, dan akan bersikap koperatif.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Sebelumnya, pihak Polresta Padang menggeledah sejumlah ruangan yang ada di RSUD dr Rasidin, di Sungai Sapiah, Padang.

Pantauan di lapangan, petugas awalnya masuk ke ruang Kabid Keperawatan, lalu ruangan Kasubbag Program, arsip, kemudian gudang.

Penggeledahan berlangsung dua jam lebih, mulai sekitar pukul 15.45 WIB dan berakhir pada pukul 18.00 WIB.

Direktur RSUD Padang Herlin Sridiani juga tampak mendampingi penggeledahan itu dari awal sampai akhir.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ia mengatakan dari penggeledahan itu petugas membawa Surat keputusan (SK) dari ruang arsip.

Diketahui kasus itu adalah dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan di rumah sakit setempat pada 2013.

Proyek dengan anggaran sekitar Rp10 Miliar diduga telah merugikan negara sebesar Rp5 miliar. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB