Bola

Tak Sampai 48 Jam, Selamat Datang di Lapangan Gumarang

Dibaca : 843

Penulis: Rizal Marajo

SABTU, 27 Februari 2021, Lapangan sepakbola Gumarang, di jantung Kota Batusangkar agak berbeda dari hari-hari sebelumnya. Lapangan yang biasanya sepi dari aktifitas sepakbola sejak pandemi, sore itu ramai.

Bahkan ada pertandingan ujicoba, dan dari tribun yang selama ini senyap, kembali terdengar sorak-sorai penonton disana. Sepertinya orang-orang itu sudah haus akan sebuah tontonan sepakbola. Apakah sepakbola sudah hidup normal lagi di Luhak Nan Tuo?

Diatas tribun, duduk sejumlah nama-nama besar di sepakbola Sumbar, bahkan nasional. Ada Mantan pelatih Semen Padang FC yang kini pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra. Dan, ada juga duet Pelatih Semen Padang FC Weliansyah dan Hendra Susila. Terdapat pula pelatih berbakat, Yulian Syahreva dan duo legend  era 1980-an, Aprius  (Semen Padang FC), dan I Made Safari Udayana (PSBS Batusangkar).

Puncaknya, saat jam menunjukkan pukul 17.30 WIB, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, tiba-tiba muncul di lapangan. Pria yang sehari sebelumnya baru dilantik jadi Bupati, tak sampai 48 jam ternyata sudah hadir di lapangan sepakbola.

Barangkali sejawatnya dari kabupaten/kota lain yang sama-sama dilantik, belum ada berfikir atau membayangkan akan menjejakan kakinya di lapangan sepakbola.

Ketika Bupati, dan orang-orang kompeten di sepakbola seperti Jafri Sastra, Weliansyah dan kawan-kawan itu hadir di saat bersamaan di lapangan Gumarang, tentunya ada sesuatu yang sedang terjadi. Minimal ada yang sedang direncanakan untuk sebuah kalimat, kemajuan sepakbola di Tanah Datar.

Mari berkilas balik sejenak, sejarah mencatat, Batusangkar atau Tanah Datar umumnya, sejak era 1970-1990 an, adalah salah satu daerah yang menjadi barometer sepakbola Sumatra Barat, selain Kota Padang dan Payakumbuh. Salah satu patokannya adalah menghasilkan pemain-pemain berkualitas.

Sejak awal milenium nama besar Tanah Datar dengan PSBS Batusangkar-nya di sepakbola Sumbar mulai tergerus dan redup, saat daerah lain justru terus menunjukkan progres bagus pembinaan mereka, seperti Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Sijunjung, Kota Sawahlunto, bahkan Pasaman Barat.

Padahal dulu, banyak pemain-pemain top di setiap generasi yang dihasilkan Tanah Datar, sebut saja mulai dari Anas Bintang, Asril Etek, Aprius, sampai generasi Rommy Diaz Putra, Hengki Ardiles, Dicky Jamalis, dan saat ini ada Irsyad Maulana.

Halaman : 1 2 3

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top