Pessel, Prokabar – Tak kunjung usai, warga di Kampung Batu Bala, Nagari Gantiang Mudiak Utara Surantiah, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), terpaksa gotong royong penimbunan untuk kelancaran akses jembatan gantung di daerah setempat.
Pantau Prokabar.com Rabu (3/4) dilapangan, jembatan yang terbangkalai di nagari ini merupakan proyek pengerjaan pemerintah nagari setempat. Terkahir dikerjakan tahun 2018 lalu, hingga saat ini pengerjaan jembatan tersebut masih terbangkalai dan tidak bisa dilalui oleh warga.
Selanjutnya, warga yang gotong royong ini menggunakan cangkul untuk menggabil tanah dekat jembatan, dan mereka mengangkut tanah ini menggunakan gerobak seadanya.
Saat gotong royong, mereka juga sempat berkata kesal kepada perintah nagari,” jo pitih pemerintahan mambangun jembatan indak juo salai tu do, kama pitih nagari salamo ko pai ndak, (sama uang pemerintah (nagari) jembatan ini dibangun tak juga kunjung selesai), kemana uang nagari ini selama ini), ucap warga
“Kami berharap, supaya jembatan ini dibangun sebaik-baik mungkin. Karena kondisi seperti ini, terpaksa kami yang menimbun, soal ini sudah sering disampaikan ke wali nagari, namun tidak ada jawaban,” kata salah seorang warga setempat, Edi (45).
Ia menambahkan, proyek yang terbangkalai tersebut merupakan proyek kegiatan dari pemerintah nagari setempat. Anggaran untuk pembangunan jembatan ini menelan anggaran hingga Rp400 juta.
“Persoalannya kami tidak tahu pasti, tapi kalau untuk Rp400 juta itu menurut kami cukup untuk jembatan gantung ini. Tapi, di sini tidak,” ujarnya.
Untuk saat ini warga, khusus dari petani setempat tidak memiliki alternatif lain selain ikut turun tangan supaya jembatan bisa dilalui. Sebab, jembatan itu merupakan salah satu akses terdekat untuk sampai ke ladang dan kebun mereka.
“Karena akses kami satu-satunya, maka kami lakukan goro. Karena sebelumnya, sudah ada dari kami yang jatuh melintasi jembatan terbangkalai ini,” tutup Edi merupakan Ketua Kelompok Tani di daerah itu,(min)
















