Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Semen Padang FC Pernah Dijuluki Barcelona-nya Asia Tenggara

Dibaca : 979

Padang, Prokabar – Perjalanan Semen Padang FC di kompetisi sepakbola Indonesia, sarat dinamika dan warna-warni. Ada prestasi, tapi ada juga kenangan pahit. Bahkan, saat ini tim urang awak sedang terjerembab di Liga 2 2020.

Namun, banyak yang tidak tahu pada masa emasnya Kabau Sirah pernah dijuluki “Barcelona”-nya Asia Tenggara. Fakta ini diungkapkan mantan pelatih Semen Padang FC yang sukses membawa Semen Padang FC ke Piala AFC 2013, Suhatman Iman.

“Awalnya sebelum ke AFC Cup, kami berjuang di Indonesian Premier League 2012. Saat itu pelatih Nilmaizar belum habis putaran pertama dipanggil timnas. Saya sebagai penasehat teknik menggantikan dia. Singkat cerita kami menjadi juara IPL 2012 saat itu dan diutus ke AFC Cup 2013,” katanya.

Karena tidak memiliki lisensi pelatih A AFC untuk mendampingi tim di AFC Cup, Suhatman mengajak Jafri Sastra menjadi asisten pelatih karena sudah punyai lisensi. “Tapi program latihan dan pemain tetap di bawah komando saya. Itulah kronologi awal kami masuk dalam ajang AFC Cup 2013,” Suhatman menjelaskan.

Berjuang di Piala AFC, Semen Padang FC satu grup dengan Kitchee (Hongkong), Churchill Brothers (India) dan Warriors (Singapura). Semen Padang FC berhasil menjadi juara grup dengan total 16 poin, sementara Kitchee di menjadi runner-up dengan koleksi 12 poin.

Lalu Semen Padang FC melesat ke babak perempat final, namun sayang Semen Padang kalah 0-1 saat tandang dan ditahan 1-1 di kandang East Bengal (India).

Suhatman mengklaim, prestasi masuk delapan besar AFC Cup 2013, menjadi hasil terbaik di AFC dibanding tim lain di Indonesia. “Ada sesuatu yang menarik saat kami menang melawan tuan rumah Kitchee di Hongkong pada 16 besar. Kami menang 2-0,” ujarnya.

“Kitchee itu, saat pertandingan persahabatan melawan Arsenal skor mereka imbang 2-2, tapi di AFC Cup kami bisa kalahkan Kitchee di kandangnya,” ia menceritakan.

Setelah pertandingan tersebut, tak dinyana, ada koran di Hongkong yang menyebut gaya permainan Semen Padang FC sebagai Barcelona-nya Asia Tenggara. “Sampai-sampai wartawan di sana (Hongkong) menyebut Semen Padang FC di koran sebagai Barcelonanya Asia tenggara karena gaya permainan kami,” Suhatman mengenang.

Menurut Suhatman, saat itu memang masa keemasan Semen Padang FC, dengan komposisi pemain yang tidak bertabur bintang dan bukan tim kaya. Namun, Semen Padang FC mengandalkan pemain-pemain seadanya. Suhatman pun mengungkapkan rahasia Semen Padang FC sukses di era tersebut.

“Memang semua harus mendukung untuk bisa lolos ke AFC saat itu, tapi salah satu rahasianya adalah kebersamaan, persaudaran dalam tim,” katanya.(*/mht)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top