Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

Tak Ada Lagi Kebanggaan yang Tersisa, 2019 Tahun Suram Sepakbola dan Futsal Sumbar

Dibaca : 495

Padang, Prokabar – Tahun 2019 menjadi tahun yang suram bagi persepakbolaan Sumatra Barat. Baik sepakbola konvensional maupun Futsal, tahun ini mencatat hasil-hasil yang cukup memilukan. Di ajang level nasional, semua identitas kebanggaan Sumbar terpuruk.

Di sepakbola, hal paling memilukan adalah terdegradasinya Semen Padang FC ke Liga 2. Praktis, tim kebanggaan Ranah Minang itu hanya “numpang lewat” di Liga 1.

Setelah terdegradasi tahun 2017, tahun 2018 berhasil promosi lagi ke kasta tertinggi. Sayangnya, tahun 2019 langsung kembali turun kasta ke Liga 2. Bahkan Semen Padang sudah dipastikan terdegradasi pada pekan ke-32.

Hasil buruk di kandang, ditengarai menjadi penyebab Semen Padang tak mampu bersaing di Liga 1. Karena sejak awal musim tim ini memang sudah diterpa masalah. Mulai dari masalah finasial, persiapan, rekrutmern pemain, kepelatihan, sampai lapangan tak memenuhi standarisasi Liga 1.

Hasil minor juga didapat tim-tim di level kompetisi bawah seperti Liga 3, juga tak mampu bersaing. PSP Padang yang juara Liga 3 Sumbar, langsung dihabisi lawan di babak regionel Sumatra. Nasib yang sama dialami juga oleh wakil Sumbar lainnya, Batang Anai FC yang juga tersingkir di babak regional Sumatra.

SEL 50 FC, satu-satunya wakil Sumbar di babak Pra Nasional Liga 3, juga hanya menjadi bulan-bulanan lawan di Grup A. Tim yang dulunya bernama Solok FC ini, gagal melangkah ke babak 32 besar Nasional, karena hanya menempati peringkat 3 Grup A, dibawah KS Tiga Naga Pekanbaru dan Persiba Bantul.

Duka sepakbola Sumbar semakin lengkap, ketika Tim Pra PON Sumbar yang bertugas meraih tiket PON 2020 di Papua, kandas di babak play off cabor sepakbola Porwil Sumatra 2019 di Bengkulu.

Langkah tim yang yang mengusung tagline #Minanghebat dan punya misi mambangkik batang trandam sepakbola Sumbar di PON, dijegal oleh Sumatra Utara. Ini menyebabkan dua kali PON secara beruntun, sepakbola Sumbar tak berpartisipasi.

Nasib tak kalah mengenaskan juga dialami tim Futsal Sumbar. Cabang varian sepakbola yang tahun 2012 mampu mempersembahkan medali emas untuk Sumbar, gagal lolos ke PON Papua, setelah secara tragis tersingkir di babak kualifikasi di GOR ITB Jatinangor. Lagi-lagi, yang menjegal langkah tim futsal Pra PON Sumbar adalah Sumatra Utara.

Sebelumnya, tim futsal Tuah Sakato yang tinggal selangkah lagi lolos ke Liga Profesional Futsal Indonesia, juga kandas di laga penentu babak 8 besar Liga Futsal Nusantara 2019.

Tuah Sakato kalah dari klub AXM Menado Sulawesi Utara di Purwokerto. Dengan demikian, impian yang tinggal selangkah lagi bagi Sumbar untuk mempunyai klub yang berlaga di kompetisi kasta tertinggi futsal Indonesia, harus dikubur lagi dalam-dalam.(mht)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top