Tahun ini, Pemkab Pessel Targetkan Sakip dan Lakip dengan Nilai BB

Penulis -

Kamis, 28 Februari 2019 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), menargetkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (Sakip) dan Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) pada 2019 bisa menyentuh predikat BB.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Pessel, Wendi mengatakan, target itu merupakan komitmen dari pemerintah daerah dalam mewujudkan kinerja pemerintahan yang berbasis Rencana Strategis (Renstra).

“Ya, komitmen itu telah disampaikan Bupati Hendrajoni di Kemenpan-RB baru-baru ini di Jakarta,” ujarnya kepada Prokabar.com di ruangan kerjanya Kamis (28/2).

Sistem Sakip merupakan sistem integrasi mulai dari sistem perencanaan, penganggaran dan pelaporan kinerja.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Sistem tersebut harus selaras dengan pelaksanaan akuntabilitas keuangan. Setiap organisasi wajib mencatat dan melaporkan penggunaan keuangan negara sesuai ketentuan.

Sedangkan Lakip merupakan gambaran capaian kinerja instansi pemerintah atas kegiatan yang dibiayai APBN/APBD.

Saat ini, lanjut mantan Kabag Humas Pessel itu mengatakan, Sakip dan Lakip Pessel sudah B, dengan nilai 89 atau meningkat cukup signifikan dari tiga tahun lalu yang hanya berpredikat C.

“Ini tentu sangat memuaskan. Jadi, kita program kerja itu harus terus mengarah ke Renstra. Di Jogja mereka sudah AA. Itu memang berbasis Renstra,” jelasnya.

Sebagai contoh salah satu program pemerintah daerah yang berbasis Renstra, dapat dilihat dari produksi gabah di negeri berjuluk ‘Sejuta Pesona’ itu.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), target produksi gabah kering di Pesisir Selatan 346 ribu ton.

Namun, pada 2018 saja, produksi gabah kering realisasi produksinya mencapai 376 robu ton. Tak hanya produksi gabah, tapi juga lima misi pemerintah daerah lainnya hingga 2021.

Kelima misi itu antara lain birokrasi yang transparan dan akuntabel. Mewujudkan kehidupan ekonomi dan infrastruktur yang lebih baik.

Meningkatkan produksi serta nilai tambah produk-produk unggulan daerah. Meningkatkan kehidupan beragama dan toleransi antar sesama.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kemudian terwujudnya peran serta masyarakat dalam pebangunan daerah, sehingga Pesisir Selatan bisa menjadi daerah yang mandiri, unggul dan agamais,” ujarnya lagi.

Menurutnya, Sakip seharusnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memberikan reward dan punishment (Hukuman/sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku) yang bisa dikaitkan dengan kinerja individu.

“Manfaat tersebut baru bisa dipetik jika ada komitmen yang kuat dari pimpinan untuk memberikan pemahaman yang kuat akan pentingnya Sakip yang tak hanya bisa berfungsi sebagai media pertanggungjawaban kinerja tetapi juga sebagai alat pengendalian,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB