Trending | News | Daerah | Covid-19

Budaya

Tahun Ini, Pemkab Mentawai Usulkan Delapan Warisan Budaya Untuk Tingkat Nasional

Foto : IST/Okezone
Dibaca : 148

Mentawai, Prokabar — Kepala bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai Laurensius Saruruk mengatakan Seni Tato (Titi) Mentawai dan keberadaan Sikerei sebagai tokoh spritual pengobatan adat Mentawai merupakan sebagian kecil dari Warisan Budaya Tak benda (WBTb) yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat yang sudah ditetapkan secara nasional sebagai warisan budaya tak benda nasional.

Tato Mentawai telah mendapatkan dan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional pada 2016. Kemudian menyusul Sikerei pada 2019 melalui sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda nasional oleh Dirjen Kebudayaan.

Untuk tahun 2020, Pihak akan mengusulkan ada delapan warisan budaya lainnya di Mentawai sebagai warisan budaya nasional.

“Usulan delapan warisan budaya Mentawai di antaranya adalah salah satu penganan tradisional Mentawai seperti subbet (penganan dari pisang dan ubi), alat musik tradisional dan lainnya, yang saat ini masih dalam proses pengisian formulir, mempersiapkan kelengkapan video, data ilmiah dan dokumen pendukung lainnya.” ungkapnya, dilansir dari MC Mentawai, Rabu (15/1).

Lauren menyebutkan bahwa, setiap tahun masing-masing daerah di tingkat kabupaten/kota boleh mengusulkan warisan budayanya melalui dinas kebudayaan Provinsi Sumatra barat.

Bagi yang dokumennya tidak lengkap maka akan ditangguhkan dan yang sudah lengkap menjadi prioritas. 

“Ada tahapan prosesnya. Biasanya setiap Oktober ada sidang umum penetapan warisan budaya nasional di Jakarta,” ujarnya.

Tujuannya, lanjut Laurensius, agar semua artefak atau kebudayaan di seluruh Indonesia dapat tercatat secara nasional sehingga tidak ada klaim terhadap budaya di Indonesia. Oleh sebab itu, perlu kajian lebih dalam terhadap warisan budaya tersebut. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top