Tahun Ini, Normalisasi Batang Tapan Mulai Dilakukan

Penulis -

Rabu, 26 Februari 2020 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Pessel pada tahun 2020 ini pengerjaan normalisasi sungai setempat, bakal dikerjakan dengan dana sebesar Rp167 miliar. Untuk tahap awal, pengendalian banjir di Tapan digelontorkan dana sebesar Rp40 miliar dengan panjang aliran sungai sekitar 1,4 Kilometer.

“Jika tak ada aral melintang, Maret ini pengerjaannya sudah dimulai. Sebab, kontrak lahan sudah diserahkan masyarakat dalam bentuk hibah seluas 2,7 hektare,” kata Kepala Bidang Sungai Pengelola Sumber Daya Air Sumbar Syafril dilansir Prokabar dari MC Pessel, Rabu (26/2).

Baca Juga :  Mubes ILUNI UIN Imam Bonjol Padang Digelar September 2026, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi Ditunjuk sebagai Ketua Panitia

Menurutnya, karena besarnya biaya normalisasi dan penguatan tebing Batang Tapan, maka pengerjaannya dilakukan secara bertahap melalui APBD Pessel, APBD Sumbar, dan APBN melalui Balai Sungai Wilayah V pusat.

“Sebelumnya, sudah kami anggarkan sekitar 1 miliar untuk penguatan tebing Batang Tapan ini. Semoga nantinya tidak ada kendala,” ujarnya.

Bupati Hendrajoni pada kesempatan itu menyebutkan, untuk normalisasi dan penguatan tebing Batang Tapan setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp585 miliar.

Baca Juga :  Informasi Pembangunan Daerah Berbasis Data Kominfo Pasaman Hadirkan ADAMINDA

“Setidaknya butuh setengah miliar lebih. Sebab, pada 2010 Dinas PSDA Pessel sudah menganggarkan pula sebesar Rp200 juta,” ucapnya.

Menurutnya, hingga kini pihaknya bersama pejabat terkait terus melakukan langkah konkret untuk mencari solusi terkait penanganan dan pengendalian banjir Batang Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan dan Ranah Ampek Hulu Tapan.

“Tak hanya di Tapan, termasuk Kota Painan dan seluruh kecamatan yang ada di Pessel,” tuturnya.

Ia mengakui, jika masuk musim hujan Pesisir Selatan merupakan daerah terparah terdampak banjir dikarenakan kondisi alam yang tidak kondusif. Bahkan, selain menimbulkan kerugian materi, banjir yang terjadi selama ini juga menyebabkan terganggunya jalur transportasi.

Baca Juga :  Ada WNA di Lubuk Sikaping Imigrasi Langsung Selidiki

“Oleh karena itu, pengerjaan normalisasi dan pengamanan tebing ini sangat mendesak (urgent),” ucapnya lagi.

Selanjutnya Hendrajoni berharap partisipasi masyarakat untuk bisa membebaskan lahan miliknya untuk bisa dilaksanakan pembangunan. Percuma pembangunan direncanakan sedangkan lahan yang terkena dampak tidak mau dibebaskan. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Dharmasraya Bersama Forkopimda Pantau Pembangunan SR
Ada WNA di Lubuk Sikaping Imigrasi Langsung Selidiki
Pemkab Dharmasraya Gelar Gerakan Pangan Murah. Kapan Waktunya?
Jelang Libur Sekolah, KAI Divre II Sumbar Perkuat Kesiapan Operasional Melalui Cek Lintas Padang–Naras
Dony Oskaria: BUMN Raup Laba Rp335 Triliun, Danantara Tetap Murni Entitas Bisnis
Mubes ILUNI UIN Imam Bonjol Padang Digelar September 2026, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi Ditunjuk sebagai Ketua Panitia
Bupati Annisa Apresiasi Kegiatan Ziarah Amanah Silek Pangian Rantau Batanghari Sungai Dareh
Kesbangpol Bentuk Dharmasraya Garda Pancasila Untuk Pencapaian Karakter Generasi Bangsa

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:44 WIB

Bupati Dharmasraya Bersama Forkopimda Pantau Pembangunan SR

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:43 WIB

Ada WNA di Lubuk Sikaping Imigrasi Langsung Selidiki

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:26 WIB

Pemkab Dharmasraya Gelar Gerakan Pangan Murah. Kapan Waktunya?

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:53 WIB

Jelang Libur Sekolah, KAI Divre II Sumbar Perkuat Kesiapan Operasional Melalui Cek Lintas Padang–Naras

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:52 WIB

Dony Oskaria: BUMN Raup Laba Rp335 Triliun, Danantara Tetap Murni Entitas Bisnis

Berita Terbaru

Daerah

Ada WNA di Lubuk Sikaping Imigrasi Langsung Selidiki

Jumat, 12 Jun 2026 - 19:43 WIB