Tanah Datar, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sepakat dan memutuskan, seluruh objek wisata ditutup untuk perayaan malam pergantian tahun baru 2019.
“Itu hasil rapat kita bersama Forkopimda Tanah Datar, mengingat dan menimbang hal-hal tentang keadaan sosial, memutuskan bahwa seluruh objek wisata di Tanah Datar ditutup, dan tidak ada aktifitas keramaian yang di laksanakan di malam pergantian tahun baru,” ucap Ketua DPRD Anton Yondra, Jumat (28/12)
Surat edaran untuk hal ini juga telah ditanda tangani oleh Bupati, Dandim 0307/TD, Kajari dan 2 Kapolres di wilayah hukum Tanah Datar dan Kota Padang Panjang.
“Yang jelas kita sepakat tidak ada aktifitas sama sekali, termasuk kegiatan keagamaan yang mengatasnamakan penyambutan tahun baru masehi ini,” tegasnya.
Penutupan objek wisata ini lanjut Anton Yondra hanya untuk sementara, yakni pada malam pergantian tahun baru saja. Dan hal ini katanya sudah dilakukan oleh seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat.
“Pengelola dan pemandu kawasan puncak pato, danau singkarak, pendakian ke gunung merapi dan singgalang, aua sarumpun, termasuk istano pagaruyung dan objek-objek wisata lainnya yang ada di Tanah Datar agar dapat mematuhi himbauan ini,” jelasnya.
Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi menyampaikan, jika Pemda telah mengeluarkan himbauan Bupati tentang Pergantian Tahun Baru Masehi di Kabupaten Tanah Datar.
“Dalam surat edaran Nomor 451/1510/Kesra-2018 memuat himbauan agar masyarakat, pelaku wisata, ninik mamak untuk tidak melaksanakan aktivitas ataupun memfasilitasi kegiatan keramaian dalam menyambut pergantian tahun,” ujarnya.
Karena itu, Irdinansyah berharap kepada OPD terkait untuk koordinasi dengan Kepolisian maupun TNI untuk melakukan pengawasan.
“Kecenderungan keramaian di objek wisata, seperti Istano Basa Pagaruyung, Taman Pagaruyung, Ombilin, Puncak Aua Sarumpun, Puncak Pas, Puncak Pato, Panorama Tabek Patah, Tanjung Mutiara maupun aktivitas pendakian gunung Marapi serta banyak lokasi lainnya harus diawasi Satpol PP, Polisi dan ninik mamak serta peran masyarakat agar tidak ada aktivitas dalam menyambut tahun baru,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas menyampaikan, pihak kepolisian siap selalu untuk lakukan pengamanan tahun baru, maupun mengawal hasil kesepakatan pemerintah daerah.
“Khusus untuk aktivitas pendakian gunung Marapi maupun Singgalang, kita rekomendasikan untuk ditutup, disebabkan kondisi cuaca cukup ekstrim, seperti angin kencang dan lainnya,” sampai Bayu. (eym)
















