Tahun 2018 Realisasi Investasi di Pessel tak Capai Target, ini Penyebabnya

Penulis -

Kamis, 24 Januari 2019 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Sepanjang tahun 2018 realisasi investasi Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), hanya mampu mencapai 85 dari target yang ditetapkan.

Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T), Yudi Ichsan kepada wartawan Kamis (24/1) mengatakan, tidak tercapainya target investasi itu disebabkan tiga faktor.

Pertama, persoalan modal dari investor. Kedua, masalah teknik lapangan yang tidak sesuai dengan pemetaan awal yang disusun investor.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Ini baru sampai Triwulan III. Data Triwulan IV belum masuk. Kendati demikian, realisasi 2018 lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya Rp169 miliar,” ungkapnya.

Sepanjang 2018, realisasi investasi di Kabupaten Pessel Rp900 miliar, dari target Rp1,062 triliun dari target yang telah ditetapkan.

Sebagian sebesar atau Rp500 miliar diantaranya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan sisanya Penanaman Modal Asing (PMA).

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Sementara dari sisi sektoral, sebagian besar adalah industri pengolahan Kelapa Sawit. Setelah itu telekomunikasi dan energi baru terbarukan (EBT).

Masalah ketiga, lanjut Yudi, soal regulasi Kementerian Keuangan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang sering berubah.

“Makanya, kami telah koordinasikan masalah ini dengan Badan Pertanahan Nasional, Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup,” tuturnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya di Pesisir Selatan agar memudahkan investasi.

Sebab, dengan banyaknya investasi secara otomatis dapat memacu perekonomian daerah, utamanya masyarakat yang ada di sekitar wilayah investasi.

“Tak hanya pada masyarakat, tapi kami juga sampaikan pada investor. Mudah-mudahan di 2019 investasi di negeri sejuta pesona ini bisa lebih tinggi,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB