Tahapan Pilkada Sudah Mulai, Pemkab Pasaman Tak Kunjung Cairkan Dana Pengawasan

Penulis -

Jumat, 29 November 2019 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar AanProses tahapan menghadapi Pilkada 2020 sudah dimulai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pasaman. Namun jalannya proses ini sedikit terganggu. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Pasaman yang telah menghibahkan dana Rp11,6 miliar untuk proses pengawasan, bertele-tele dalam pencairan.

“Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sudah ditandatangani awal Oktober lalu. Pemkab Pasaman menganggarkan Rp11,6 miliar untuk Bawaslu. Anggaran ini untuk persiapan dan pelaksanaan proses pengawasan dari akhir tahun ini hingga selesai Pilkada 2020 nanti. Namun, saat kami mencoba mencairkan dana, pihak keuangan banyak lagunya, yang dana tak kunjung cair,” kata Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Diakui Rini, untuk akhir tahun ini tahapan yang telah berjalan yakni penerimaan panitia pengawas kecamatan dan beberapa kegiatan lainnya. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp173 juta. Dana inilah yang belum kunjung dicairkan Pemkab Pasaman.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Sekarang, masalahnya di anggaran. Sudah lanyah bagian keuangan kami temui, segala aturan telah kami penuhi, namun pihak keuangan banyak alasan, bupati lah, surat ini atau itulah yang belum ditandatangai pejabat, ada saja, padahal sudah dua bulan sejak NPHD ditandatangani. Dalam aturan, dana bisa dicairkan minimal 14 hari setelah NPHD, sekarang sudah dua bulan,” jelas Rini.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Rini berharap, Pemerintah Pasaman sedikit arif dalam menyikapi pencairan anggaran ini. Mengingat, Pilkada bukan perkara seperti membalikan telapak tangan.

“Semua tahapan terjadwal, kalau tidak terlaksana sesuai jadwalnya, kacau agenda ke depannya, untuk itu kami harap pak bupati atau pihak terkait lebih arif,” tukas Rini. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB