Budaya

Tradisi “Bagorak” ala Kaum Pria Di Saruaso Tanah Datar

Prokabar, Tanah Datar — Jika masak memasak ahlinya dilakoni oleh kaum hawa, namun tidak demikian di Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar. Kaum pria juga ahli dalam urusan rumah tangga tersebut. Hal ini dapat disaksikam dalam sebuah acara hajatan yang dilansungkan oleh satu keluarga di sepesukuan di Nagari tersebut.

Tradisi Bagorak namanya. Tradisi ini dilakoni oleh kaum pria sepesukuan dan “sumando”. Selepas salat subuh, tradisi ini telah dimulai. Bahkan, tradisi ini bisa berlansung dua atau tiga hari sebelum hajatan dimulai.

Tanpa dipanggil, kaum pria satu persatu mulai datang kerumah pemilik hajatan. Kuali, tungku perapian dipersiapkan, dan aksi masak memasakpun mulai dilakukan oleh kaum adam.

Luar biasanya, pria yang terlibat dalam tradisi ini bahkan rela meninggalkan pekerjaannya untuk sementara. seperti yang berprofesi sebagai petani rela terlambat untuk turun kesawah dan ladang, tujuannya tak lain agar mereka bisa terlibat dalam kegiatan yang telah menjadi budaya di Nagari tersebut.

Sembari memasak, canda tawa bergelagar dari dapur atau biasanya disebut juga dengan kajang. Di Minangkabau yang biasanya antara mamak rumah ( keluarga istri ) dan sumando sering kaku dalam beraktivitas, namun saat tradisi ini berlansung, semua akan lenyap dan suasana keakraban akan mengalir begitu saja.

Selain bergoto royong, tradisi ini juga sebagai media untuk bersilaturahmi. dan upaya untuk saling mengenal sesama keluarga besar sepesukuan.

” sejarahnya saya tidak tahu pasti. Tapi tradisi ini hanya sebagai bentuk goto royong kita sepesukuan, tidak hanya Sumando, tapi keluarga besar sepesukuan,” ucap cap, salah seorang anggota bagorak.

Seusai bagorak, tradisi ini biasanya diakhiri dengan makan bersama. Atau tepatnya mencicipi atau sembari merasakan apa yang telah dimasak sebelumnya. (eym)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top