Tabuik, Tua, Kolosal. Mampirlah ke Pariaman

Penulis -

Minggu, 6 Mei 2018 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Tabuik, peristiwa ritual kolosal di Sumbar. Tradisi tua itu, di Indoneaia hanya di Sumbar dan Bengkulu.

Kisah tabuik di Pariaman Sumbar atau Tabot di Bengkulu bermula dari Iran. Inilah sebuah ritual untuk mengenang pembantaian pada cucu Nabi, Hasan dan Husein.

Karena sudah jadi tradisi maka Sumatera Barat (Sumbar), mengupayakan dan mendorong Kota Pariaman lebih optimal dalam menghelat Pesta Budaya Tabuik yang diselenggarakan setiap tahun . Jika dilakukan bisa masuk dalam kalender 100 wonderful Even Indonesia.

“Saat ini Kementerian Pariwisata baru menetapkan tiga daerah di Sumbar yang masuk ke dalam kategori 100 Wonderful Even Indonesia namun sayangnya Kota Pariaman belum tercatat,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian, di Pariaman, Sabtu, saat kegiatan pembukaan Festival Gandoriah 2018, tadi.

Tiga daerah di provinsi tersebut yang masuk ke dalam kategori 100 Wonderful Even Indonesia yaitu Kota Sawahlunto dengan Sawahlunto Internasional Music Festival (SIMFes), Festival Pagaruyuang dan Tour de Singkarak (TdS).

Ia menjelaskan 100 Wonderful Even Indonesia merupakan program pemerintah pusat Ini untuk menjaring dan menetapkan 100 agenda pariwisata yang dinilai paling baik dari seluruh kegiatan pariwisata yang ada di nusantara untuk dipromosikan secara besar.

“Agenda pariwisata di Nusantara banyak sekali, namun Kementerian Pariwisata memiliki beberapa indikator dalam menilai. Apa itu? Di antaranya ketepatan waktu pelaksanaan, penggunaan kurator, jumlah kunjungan serta keterlibatan seluruh aspek masyarakat,” ujar dia.

Khusus di Sumbar kata dia, saat ini terdapat kurang lebih 100 agenda pariwisata. Pemerintah daerah harus jeli dan teliti dalam mengajukannya ke tingkat kementerian. Pihaknya menilai Pesta Budaya Tabuik yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kota Pariaman cukup berpeluang besar masuk dalam kategori tersebut.

“Jika Pesta Budaya Tabuik masuk dalam kategori tersebut, maka biaya promosinya sebesar Rp1 miliar akan dibantu pemerintah pusat,” ujar dia.

Meskipun demikian kata dia, saat ini Festival Gandoriah dan Pesta Budaya Tabuik di Pariaman sudah masuk ke dalam kalender pariwisata Sumbar.

Sementara itu Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin dalam menghelat Pesta Budaya Tabuik agar masuk 100 Wonderful Event Indonesia.Secara spesifik pihaknya mengaku belum mengetahui apa saja kekurangan dari perhelatan Pesta Budaya Tabuik agar bisa masuk ke dalam 100 Wonderful Event Indonesia.(*/nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB