Survei Politik Jelang Pilkada, Banyak Kepentingan? Begini Penjelasan Peneliti Politik

Penulis -

Minggu, 7 Juli 2024 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Jelang Pilkada serentak 2024, partai politik dan para calon yang akan masuk.ke gelanggang, tengah mempersiapkan strategi untuk bertarung dan menang. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan lembaga survei, untung menghitung segala kemungkinan.

Dua bulan jelang pendaftaran paslon ke KPU, adalah masa kritis, untuk calon mendapatkan partai dan pasangan untuk berlaga. Survei menyediakan jawaban itu, berapa elektabilitas, siapa pasangan yang mungkin untuk menang, dan apa strategi yang dilakukan

Menurut akademi dan peneliti dari UIN Bukittinggi, Hardi Putra Wirman, memang tidak ada kewajiban partai politik atau calon yang memesan survei untuk membuka hasilnya ke publik. Itu tergantung kepentingan masing masing

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Setelah lembaga survei memberikan hasil analisanya kepada pengorder maka hasil itu adalah milik parpol atau calon. Untuk membuka hasil ke publik itu tergantung kepentingannya” kata Hardi Putra Wirman.

Hardi yang juga lulusan doktor Ilmu Politik Universitas Padjajaran ini, tidak menampik, hasil survei sering dijadikan untuk bahan jualan hingga mempengaruhi opini publik.

“Hasil survey saat ini tidak hanya sebagai bahan evaluasi, tetapi berkembang menjadi bahan untuk transaksional calon dan juga mempengaruhi opini publik, karena itu bisa saja hasil survei yang dipublish berbeda dengan hasil survei yang real. Sekali lagi tergantung kepentingan pengorder survei tersebut,” papar Hardi.

Hardi juga mengingatkan kepada lembaga survei untuk tetap konsisten dengan metodologi yang digunakan, sehingga tidak menghasilkan produk yang bias. Namun ketika dipublik oleh oengorder maka itu bukan lagi tanggung jawab lembaga survei.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ada juga hasil survei yang berbeda antara satu lembaga dengan lembaga lain, ini tergantung dengan konsistensi dalam menggunakan metode survei. Lembaga survei yang konsisten dengan prosedur metodologinya akan mendapatkan hasil cukup valid, sesuai margin of error jumlah sampel. Berbeda ketika survei dijalankan, tetapi tidak sesuai dengan tahapan metodenya,  hasilnya bias dan bisa saja hasilnya sesuai dengan selera yang mengorder,”  sebut jebolan sarjana Ilmu Politik Unand ini.

Saat ini beberapa lembaga survei tengah melakukan survei elektabilitas yang dipesan oleh partai politik. Tujuanmya adalah untuk melihat berbagai kemungkinan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Jika hasil survei itu dipublish, maka yang paling bisa dipercaya adalah partai politik yang tidak punya kepentingan langsung dengan hasil tersebut, misalnya tidak ada kader yang maju di sebuah daerah, maka kemungkinan hasil survei tersebut adalah hasil nyata,” sebut Hardi Putra Wirman.

“Contohnya adalah hasil survei Partai Demokrat yang dilakukan oleh lembaga survei nasional yang kredibel yaitu Voxpol di Payakumbuh. Dari calon yang ada, tidak ada kader Partai Demokrat, sehingga hasil yang muncul saya kira adalah hasil survey yang bisa dipertanggungjawabkan secara metodologi,” tutup Hardi.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB