Pessel, Prokabar – Lebih kurang dua hektare sawah yang ditanami padi milik petani di Nagari Kubang, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) gagal panen.
Kegagalan panen terjadi akibat curah hujan tinggi Senin (30/10). Luapan air sungai Tapuih bercampur material lumpur menggenangi sawah petani.
“Sekitar 2 hektare lebih yang gagal panen karena setiap hujan turun luapan air bercampur material lumpur dari sungai,” kata salah seorang petani, Roni (37) kepada Prokabar.com.
Ia mengatakan lumpur yang terbawa arus sungai Tapuih. Bila tidak segera ditangani menurut warga, areal persawahan puluhan hektare di wilayah itu terancam terendam dan ikut gagal panen.
“Kalau curah hujan tinggi seperti ini, bukan tidak mungkin luas lahan yang gagal panen bertambah,” ujarnya.
Karena itu, para petani mendesak pemerintah daerah memperbaiki sungai Tapuih yang kini kondisinya dangkal karena tidak mampu menampung material longsor.
“Kami minta pemerintah menormalisasi sungai sehingga aliran air bisa diatur dan sawah dapat ditanami,” ucapnya,(min)
















