Sumbar Tak Taat Prokes, Ini Kata Pengamat Sosial

Penulis -

Minggu, 8 Agustus 2021 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Silfia Hanani, Pengamat Sosial

Silfia Hanani, Pengamat Sosial

Prokabar.com – Sumatera Barat jadi salah satu dari tiga besar provinsi yang tak patuh dalam memakai masker dan menjaga jarak.

Dua provinsi lagi yaitu Gorontalo dan Maluku Utara. Dewi Nur Aisyah selaku ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 mengatakan data tersebut berdasarkan kepatuhan warga dalam mengenakan masker dan menjaga jarak di lingkup desa dan kelurahan.

“Jadi tiga provinsi dengan kepatuhan memakai masker rendah adalah Gorontalo, Sumatera Barat, Maluku Utara. Sedangkan untuk jaga jarak, mirip, cuma bedanya Maluku Utara naik jadi peringkat kedua, Sumatera Barat jadi peringkat ketiga,” kata Dewi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

BACA JUGA :

Dewi merincikan dari rendahnya tingkat kepatuhan provinsi dalam memakai masker. Yaitu pertama Gorontalo 70,24 persen, kedua Sumatera Barat 59 persen dan ketiga Maluku Utara 53,33 persen.

Sedangkan dari tingkat kepatuhan terendah menjaga jarak pertama Gorontalo 71,43 persen, kedua Maluku Utara 60 persen, dan ketiga Sumatera Barat 56,32 persen.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Pengamat sosial Silfia Hanani menyebut penyebab Sumbar masuk 3 besar tak patuh prokes kerena kurang terintegrasinya para tokoh dalam mengedukasi masyarakat.

“Sumbar nomor 3 tidak patuh prokes memakai masker. Sumbar perlu edukasi tentang mitigasi bencana pandemi Covid-19. Edukasinya secara terintegrasi dilakukan antara tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat,” kata Silfia kepada wartawan Prokabar, Minggu (8/8/2021).

BACA JUGA :

Silfia menginginkan semuanya agar bisa menyesuaikan diri untuk membentengi diri dari ancaman virus Covid-19.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Sebab masalah ini masalah mengubah perilaku dan menyesuaikan dengan cara-cara yang bisa membentengi diri dari ancaman virus tersebut. Sekarang kita harus membiasakan diri dengan segala yang bisa menjadikan kita terhindar dari ancaman virus ini,” tambahnya.

Dosen IAIN Bukittinggi itu mengajak agar semua elemen mampu berintegrasi untuk mengedukasi masyarakat.

“Persoalannya sekarang adalah masyarakat masih banyak yang melabrak karena edukasi kepada masyarakat yang belum terintegrasi disampaikan oleh semua kita,” tutup Silfia.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB