Sumbar Lebih Dikenal Dunia, Pasca Tambang Batubara Sawahlunto Jadi Warisan Dunia UNESCO

Penulis -

Selasa, 9 Juli 2019 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pasca ditetapkannya Tambang Batubara Ombilin, Sawahlunto sebagai warisan budaya dunia UNESCO akan berdampak kepada banyak sektor, diantaranya peningkatan pariwisata, budaya dan perekonomian masyarakat.

Hal itu dikatakan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat konferensi pers didampingi Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman di Istana Gubernur, kemarin.

“Kita di Sumbar tentunya bahagia dengan penetapan ini, apalagi ini akan menjadikan daerah kita akan dikenal luas di dunia. Promosi tidak akan sulit lagi, karena sudah menjadi warisan budaya dunia. Tentu pastinya wisatawan akan berdatangan untuk mengunjungi warisan budaya dunia ini dan akan berdampak kepada peningkatan semua sektor yang ada di Sumbar,” ujar Irwan.

Disebutkannya, dengan telah menjadi warisan dunia ini, maka Pemprov Sumbar dan kabupaten/kota yang daerahnya masuk dalam kawasan jaringan pertambangan Batubara Ombilin Sawahlunto akan melakukan rapat koordinasi dengan membentuk tim dalam pengelolaan warisan budaya dunia ini.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Saya akan segera melakukan rapat dengan daerah yang masuk dalam kawasan jaringan pertambangan Batubara Ombilin Sawahlunto tersebut. Apalagi, kita perlu membuat program yang terstruktur dalam hal ini, yang masih belum memadai seperti infrastruktur akan disempurnakan, namun tetap menjaga segi heritagenya. Kita ingin orang yang datang berkunjung kagum dengan warisan budaya dunia yang dimiliki Sumbar,” katanya.

Dilanjutkan Irwan, perjuangan kawasan Tambang Batubara Ombilin ini menjadi warisan budaya dunia sangat panjang, dimulai sejak 2015. Saat itu, Sawahlunto dimasukkan ke daftar sementara warisan budaya dunia.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Sejak itu, proses pengumpulan data, penyusunan dokumen , dan pengumpulan bahan lainnya dilakukan secara intensif yang melibatkan pakar dari dalam dan luar negeri,” terangnya.

Kemudian, berdasarkan kajian dan saran pakar maka diputuskan area nominasi menjadi lebih luas yang dengan tema jaringan pertambangan Batubara Ombilin Sawahlunto yang meliputi pelabuhan, jaringan kereta api dan kota tambang batubara.

Perluasan tema nominasi ini menggabungkan kabupaten dan kota di Sumbar, yakni Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.

“Daerah itu masuk dalam wilayah Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang akhirnya ditetapkan sebagai warisan budaya dunia,” tuturnya.

Sambung Irwan, dengan masuknya Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto itu menambah daftar warisan budaya dunia yang ada di Indonesia.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sudah ada lima warisan budaya dunia yang ditetapkan UNESCO di Indonesia, termasuk di Sumbar, diantaranya Candi Borobudur, Candi Prambanan, Situs Sangiran dan Sistem Subak.

“Untuk itu, kita akan tetapkan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto menjadi destinasi wisata baru di Sumbar. Dan, tentunya keberadaannya sebagai warisan budaya dunia perlu kita jaga bersama,” ujarnya.

Sebelumnya, peninggalan tambang batu bara Ombilin Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, resmi sebagai salah satu dari warisan budaya dunia ke-5 milik Indonesia. Pengakuan ini dicetuskan dalam sidang ke-43 Komite Warisan Dunia UNESCO PBB di Baku, Azerbaijan, Sabtu, (6/7) lalu.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB