Tanah Datar, Prokabar- Bagi warga Kecamatan Padang Ganting, Lintaubuo, Lintaubuo Utara, dan Tanah Datar umumnya, termasuk daerah tetangga seperti Sijunjung dan lainnya, keangkeran kawasan Galoga sudah menjadi bahan perbincangan sejak dahulunya, bahkan turun temurun.
Kawasan ini berada di tepi bukit barisan, tidak jauh dari perbatasan Nagari Talu, Kecamatan Lintaubuo, dan Nagari Atar, Kecamatan Padang Ganting. Kawasan ini terdapat aliran sungai Batang Tangkai, dan dikelilingi rimba dikiri kanannya.
Pada era tahun 80an hingga setahun belakangan, sebelum adanya Mushollah Babusalam Al-Atar, kawasan ini masih takut untuk dilalui oleh pengendara. Terutama kawasan yang terdapat jembatannya.
Banyak kisah horor, mistis serta ditemukannya hewan liar dan buas termasuk ular golongan besar dijumpai oleh pengendara dan warga yang melintas. Terlebih pada era tahun 80 hingga awal 2000 an lalu.
Sebelum banyaknya kendaraan seperti saat ini, atau yang memiliki kendaraan masih dapat dihitung dengan jari, banyak sekali cerita yang beredar ditengah masyarakat dan menjadi bahan cerita kala itu di warung dan kedai dan menjadi konsumsi warga secara turun temurun akan keangkeran kawasan itu.
Cerita itu beragam, ada cerita yang pernah bertemu dengan mahkluk halus, ada juga yang bertemu hewan buas dan hewan besar melata. Dari mulut ke mulut cerita itu berkembang, hingga kawasan ini terkenal takut untuk dilalui.
Kawasan atau jalan ini merupakan akses untuk dilalui oleh pengendara dari Daerah Lintau ke Batusangkar, ataupun oleh warga Sijunjung, Dhamasraya ke Batusangkar, ataupun sebaliknya.
Namun, sejak tahun lalu tepatnya sesudah lebaran, kawasan ini sudah dibangun tempat ibadah atau mushollah berukuran 20×10 meter. Sejak bisa dipakai untuk beribadah, banyak warga yang dahulunya takut sekarang merasa lega, bahkan sengaja berhenti di mushollah itu untuk beribadah dan beristirahat.
Pembangunan tempat ibadah itu dibangun secara swadaya oleh warga Atar melalui beberapa pengurus. Dengan modal awal hanya Rp 500 ribu, pembangunan dimulai dengan swadaya dan sumbangan di jalan.
Muslim Datuak Joban didampingi pengurus lapangan Mushollah Babusalam Al-Atar lainnya Anton mengatakan, salah satu tujuan dibangunnya mushollah di kawasan itu memang untuk membantu pengendara agar tidak takut lagi melintasi kawasan itu.
“Setelah disepakati, maka dimulailah pembangunan pada tahun lalu setelah lebaran, tujuannya selain tempat ibadah, agar kawasan ini ramai dan tidka ditakuti lagi, ” ujar Muslim.
Menurutnya, memang kawasan itu sejak dahulu dikenal angker dan menjadi pembicaraan oleh warga. Tidak hanya oleh warga Atar sendiri, namun juga oleh warga dari daerah lainnya.
“Banyak dahulu cerita-cerita mistis dan angker akan tempat ini, ada juga yang berjumpa hewan buas dan berbisa, ” ujarnya.
Pembangunan tempat ibadah itu dilakukan di atas tanah milik Haji Geren yang dihibahkan untuk lokasi pembangunan.
“Sejak dibangun, ada saja sumbangan berbentuk barang yang datang, tapi kita tidak tahu dari siapanya, karena setiap ditanya hanya dari Hamba Allah, ” terang Muslim.
Meski telah dibangun tempat ibadah, namun angker lokasi tidak serta merta langsung hilang bergitu saja. Muslim sendiri yang menetap dan tidur di bedeng samping Mushollah sudah enam kali bertemu ular besar di kawasan itu.
“Beberapa diantarnya ada yang dibunuh, dan ada juga yang ditangkap. Bahkan pernah sekira jam 02.00 malam, ada ular panjang lebih 10 meter dan besar lebih kurang sebesar tiang listrik, karena saya sendiri saya biarkan saja, tapi sekarang sudah jarang muncul, tidak tahu kemana perginya, mungkin masuk ke dalam rimba,” ujarnya.
Pembangunan mushollah didesain dan dikerjakan oleh seorang tukang dibantu warga untuk goro. Sejauh ini pembangunan musholah bagian dalam sudah bisa dipakai untuk tempat ibadah, sisanya tinggal bagian luar. Mushollah ini dijaga setiap hari terutama kebersihan sampah dan lingkungan kawasan itu yang sekarang diterangi.
Selama dibangun, lokasi ini kerap disinggahi oleh pengendara dari luar daerah yang melintas, selain beribadah juga dimanfaatkan untuk beristirahat, terutama pengendara dari daerah Medan, Jambi, Palembang,
“Rencana ke depan nantinya ingin kita bangun seperti lokasi rest area, ada kedai dan tempat istirahat serta lokasi parkirnya, ” tukas Muslim (eym)
















