Suka Duka Perawat SPH Bertugas di IGD Selama Pandemi

Penulis -

Kamis, 4 Februari 2021 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar. Corona Virus Desease 19 (COVID-19) telah masuk ke Indonesia sejak awal 2020 lalu. Petugas medis menjadi garda terdepan dalam penanganan terhadap pasien yang terkena virus tersebut.

Semen Padang Hospital (SPH) sejak April 2020 lalu ditetapkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sebagai salah satu rumah sakit yang siap menerima pasien COVID-19 selain beberapa rumah sakit lainnya. Semenjak itu pula, petugas medis di rumahs akit tersebut menjadi lebih sibuk dari biasanya, karena seiring berjalannya waktu jumlah pasien COVID-19 di Sumbar juga semakin bertambah dam mencapai ratusan orang terindikasi dalam sehari.

Salah seorang perawat SPH yang bertugas di IGD, Ns.Gian Divel Yevosriera.S,Kep mengungkapkan bahwa ada berbagai suka, duka hingga tantangan yang dirasakannya semenjak rumah sakit tempatnya bekerja menerima pasien COVID-19. Pria yang akrab disapa Gian ini mengaku untuk suka yang dirasakannya saat menjadi perawat terutama dimasa pandemi ada banyak alasan seperti menolong banyak pasien, mendapat berbagai ilmu baru mengenai kesehatan, meningkatkan kekompakan antar tim dengan saling menyemangati dan memberi motivasi. Sementara untuk duka yang dialaminya yakni mengenai pasien yang berbohong kepada tenaga kesehatan (Nakes) jika mereka ada kontak dengan pasien yang terinfeksi COVID-19, padahal apa yang mereka lakukan juga dapat membahayakan nakes tersebut dan orang disekitarnya.

Duka lain yang dirasakannya seperti opini masyarakat yang masih saja menganggap enteng COVID-19, padahal virus itu sudah banyak yang menginfeksi banyak orang hingga memakan korban.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Pandemi COVID-19 membuat berbagai pihak menjadi sangat sibuk terutama nakes yang bekerja di rumah sakit agar tidak memakan korban lebih banyak. Tugas nakes menjadi garda terdepan dalam penanganan virus tersebut juga memberikan pengalaman suka duka yang berbeda dari sebelum COVID-19 ada,” ujar pria lulusan Stikes Mercubaktijaya Padang ini.

Selain berbagai suka dan duka yang dilaluinya saat jadi perawat di IGD, Gian mengungkapkan bahwa ada tantangan terberat yang dirasakannya saat bertugas selama masa pandemi ini yaitu penggunaan saat penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Ia mejelaskan, bahwa waktu penggunaan APD tidaklah sebentar, bisa sampai sekitar 4-5 jam. Selama penggunaan APD tersebut, nakes yang bertugas harus siap untuk menahan panasnya baju APD yang berlapis, menahan haus, lapar hingga menahan keinginan untuk ke toilet.

“Seperti yang dapat dilihat, APD lengkap yang digunakan nakes itu menjadi tantangan yang cukup besar bagi kami yang bekerja di rumah sakit, terutama di IGD. Sekali dipakai, tidak bisa dilepas-pasang, karena APD itu dipakai itu harus sudah langsung dibuang. APD lengkap itu seperti baju hazmat, masker N-95, faceshield dan sepatu khususnya. ,” ujar Gian, perawat yang memiliki hobi bermain basket ini.

Untuk mengatasi berbagai keinginan seperti haus, lapar, ingin ke toilet ataupun beribadah, ia dan petugas medis lainnya biasanya melakukan semua kegiatan itu sebelum memakan APD lengkap. Jika memang tidak sanggup untuk menggunakannya lebih lama, maka ia meminta gantian dengan rekan kerjanya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Disisi lain, meski memiliki profesi sebagai tenaga medis, ia memiliki ketakutan tersendiri yang dirasakannya, terutama selama masa pandemi ini. Ia merasa takut tertular COVID-19 karena hal itu dapat membuatnya juga menularkan virus tersebut kepada keluarganya. Gian menyadari, meski menggunakan APD lengkap saat di zona kuning dan merah di rumah sakit, namun ia tak bisa menjamin bahwa dirinya tidak akan tertular dalam kondisi lainnya, terutama ketika ia sedang tidak menggunakan APD lengkap.

“Penularan juga dapat terjadi melalui masyarakat yang berbohong saat melakukan screening. Hal ini tentunya tidak hanya membahayakan dirinya saja, namun juga membahayakan kami sebagai nakes yang bertugas, bahkan dapat menularkan virus tersebut kepada keluarga kami di rumah. Karena itu saya sangat ketat untuk melakukan pertemuan dengan orang lain, terutama dari daerah yang cukup tinggi angka pasien COVID-19-nya. Hal itu agar keluarga saya tidak sampai terkena virus itu,” jelasnya.

Kemudian, dalam mempersiapkan diri saat akan bertugas, Gian mengungkapkan biasanya ia mengonsumsi vitamin terlebih dahulu, hal itu rutin ia lakukan setiap harinya demi menjaga daya tahan tubuhnya. Kemudian ia juga menjaga nutrisi tubuh dengan mengonsumsi makanan yang jelas dapat meningkatkan imunitas tubuh terutama dalam memberi tenaga saat bekerja. Sementara itu, ia menjelaskan bahwa suasana hati sangat mempengaruhi semangatnya saat akan bekerja.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Bagi saya pribadi, perasaan senang menjadi nilai penting bagi saya saat akan bekerja. Karena jika mood kita tidak dalam kondisi bagus, hal itu dapat berpengaruh pada imunitas tubuh. Saat kita stress atau tertekan, imun tubuh dapat turun dan itu dapat membuat seseorang rentan dimasuki penyakit dan virus,” katanya.

Selain menjaga suasana hati, Gian juga mengungkapkan bahwa ada berbagai motivasi yang diyakininya untuk terus semangat bertugas sebagai nakes terutama di IGD. Motivasi tersebut seperti semangat untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli pada kesehatan dengan diri sendiri dan orang lain yang dengan cara menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun agar terhindar dari COVID-19. Motivasi Gian selanjutnya yaitu semangat untuk menenangkan pasien yang merasa cemas dan tertekan saat masuk rumah sakit. Ia akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat pasien merasa aman dan nyaman saat berobat.

“Kemudian motivasi terbesar saya yakni berusaha sebaik mungkin untuk menjalani tugas saya sebagai nakes dan menepati janji saya saat pengambilan sumpah profesi yakni untuk membantu masyarakat,” tuturnya. (rls/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB