Daerah

Suka Duka KPPS di Pasaman, Pergi Pagi Pulang Pagi Untuk Sukseskan Pemilu

Pasaman, Prokabar — Ujung tombak berhasilnya proses pencoblosan itu, ada di tangan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Begitulah kira-kira. Memang, tampaknya sederhana, tapi begitulah kira-kira.

Menjadi KPPS itu, tidak mudah. Berat. Kesehatan jadi taruhannya. Pergi pagi pulang pagi. Itupun kalau proses rekap hasil pencoblosan cepat selesai tanpa kendala. Kalau ada kendala, bisa-bisa dua hari satu malam baru selesai. Tanpa tidur, tanpa henti. Istirahat hanya untuk makan atau shalat saja. Habis itu, kerja lagi.

“Sampai-sampai ada tim kami yang tertidur sambil duduk. Kepalanya tertumpu pada pena di atas berkas-berkas yang harus ditandatangani. Kalau diingat lagi, ganas. Tapi begitulah, kami KPPS luar biasa, setelah melewati masa pencoblosan itu,” kata Reski Busmar Putra, salah satu Ketua KPPS, di Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Sabtu (20/4).

Perihal honor, di Pasaman untuk Ketua KPPS besarannya, Rp550 ribu. Sementara anggota Rp500 ribu. Di luar uang makan, dan biaya pembuatan TPS.

“Pertama yang ada di benak kami, hanya untuk mendapatkan uang. Biar bisa mengasapi dapur. Tapi, setelah terjun, tidak sekedar itu, kami dapat banyak pengalaman. Bagaimana pentingnya keberadaan kami KPPS, pentingnya menggunakan hak suara. Serta apa itu demokrasi, kami memahaminya,” lanjut Chandra, anggota KPPS 01 yang dinahkodai Reski.

Itu baru segelintir ‘penderitaan’ anggota KPPS yang umum terjadi. Masih banyak lainnya. Ada yang dimaki-maki warga, karena tidak bisa mencoblos. Ada yang menangis, karena kesalahan dalam proses rekapitulasi dan harus diulang, ada pula, mulanya gagah dan cantik, pulangnya tak ‘berbentuk’ lagi. Kusam, lemah, lesu tanpa arah.

“Ini pengalaman berharga. Kami tidak putus asa. Tidak sedikit anggota KPPS yang melambaikan tangan, menyerah dan tidak ingin lagi menjadi anggota KPPS di masa yang akan datang. Tapi kami, KPPS 01, optimis bakal jadi KPPS lagi. Biar bisa berpartisipasi mensukseskan Pemilu,” tutup Reski. (Ola).

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top