Lifestyle

Studio Animasi Kreatif Asal Korea ‘Bidik’ Indonesia

Foto Beb - Shoh mengenalkan lima brand tayangan animasi dan konten untuk anak-anak Indonesia

Jakarta, Prokabar — Tayangan animasi di sejumlah televisi jadi program yang dinanti anak-anak. Berbagai judul, cerita dan bentuk animasi seakan memanjakan pemirsa mulai jam pagi hingga jelang sore.

Dibalik tayangan animasi yang berisi edukasi bagi anak-anak, rupanya ada tangan kreatif anak bangsa. Dibawah naungan Studio SHOH Entertainment (SSE), mereka mampu mengembangkan bakat dan memberi manfaat bagi masyarakat khususnya anak-anak.

Melihat potensi anak muda di Indonesia, Sheung Hyun OH (Ceo SSE) membuka studio animasi pada awal Maret lalu di bilangan Palmerah, Jakarta Barat.

“Saya melihat potensi anak muda di Indonesia ini sangat kreatif. Inilah yang membuat saya sama-sama mengembangkan bakat. Tujuannya hanya satu yaitu memberikan tontonan yang baik bagi anak-anak lewat animasi,” ujar Sheung Hyun Oh saat launching SHOH Studio dan karakter animasinya di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Kamis (29/8).

Pria asal Korea yang akrab disapa Shoh ini menyuguhkan lima merek (brand) animasi yang akan dikenalkan di Indonesia. Yaitu, ‘Hello Jadoo’ (Atoonz), ‘Mini Force’ (SAMG Animation), ‘Go Go Dino’ (Lotta Animation dan Mogozzi Studio), ‘Carrie Friends’ (Carrie Soft) dan ‘FrienZoo’ (Grafizix.co., Ltd).

Menilai keseluruhan tayangan animasi dan juga konten yang disuguhkan SSE, Rina Novita (CEO DNA Production) turut berkomentar di atas panggung.

“Kelimanya punya kekuatan konten dan teknik yang sangat baik. Tantangan hanya satu yaitu bagaimana supaya anak-anak bisa mencintai produk yang ditawarkan. Butuh pendalaman dan strategi agar keseluruhannya bisa diterima dengan baik,” ujar Rina.

Wanita yang dikenal orang pertama yang melejitkan Upin dan Ipin dan Boboiboy ini punya pengalaman yang cukup menantang.

“Saya tau dan merasakan bagaimana sulitnya menjual tayangan animasi bagi anak-anak. Stasiun televisi banyak yang menolak karena saat itu produknya dibilang kampungan. Tapi berkat ketekunan dan berani ambil resiko, Ipin Upin yang tadinya tidak dipandang menjadi booming,” sebut Rina.

Berbagi pengalaman bagaimana caranya mengenalkan tayangan animasi, Rina membocorkan strateginya.

“Diantara strategi yang ada, salahsatunya adalah melihat momen yang tepat dan disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia. Seperti saat Ipin Upin masuk ke Indonesia bertepatan dengan Ramadan, saya minta ke Malaysia untuk membuatkan cerita tentang bagaimana cara doa berbuka dan niat puasa,” sebutnya.

Berbeda dengan perkembangan dan teknologi yang dimiliki SSE, Rina yakin dengan strategi yang dimiliki bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top