Strategi Hijau PT Semen Padang untuk Efisiensi dan Lingkungan

Penulis -

Rabu, 22 Januari 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar- PT Semen Padang, anak usaha SIG, menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi baru terbarukan (EBT) melalui pemanfaatan Alternative Fuel & Raw Material (AFR). Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mendorong penggunaan energi ramah lingkungan.

“Pemanfaatan AFR mendukung prinsip EBT dengan mengurangi emisi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu, ini juga menjadi solusi ramah lingkungan terhadap permasalahan limbah,” ujar Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati. “Kami berkomitmen mendukung program pemerintah melalui energi terbarukan,” tambahnya.

Selama tahun 2024, PT Semen Padang berhasil memanfaatkan AFR sebanyak 29.674,05 ton, yang setara dengan 2,45% dari total kebutuhan bahan bakar utama. Capaian ini bahkan melampaui target perusahaan sebesar 2,14%. Penggunaan AFR memberikan manfaat ganda berupa pengurangan emisi karbon serta penghematan biaya produksi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Nur Anita menambahkan, “Kami berharap kinerja AFR di tahun 2025 dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan upaya perusahaan untuk terus berinovasi dalam penggunaan energi terbarukan.”

Selain aspek lingkungan, PT Semen Padang juga melihat peluang ekonomi dari penerapan AFR. Dengan mengadopsi bahan bakar alternatif seperti biomassa dan limbah, perusahaan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan limbah industri yang lebih efektif.

Staf AFR PT Semen Padang, Musytaqim Nasra, menyoroti tantangan dalam implementasi AFR. Menurutnya, persaingan harga biomassa dan keterbatasan peralatan menjadi kendala utama. Namun, perusahaan tetap optimis untuk meningkatkan pemanfaatan AFR. “AFR telah terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap efisiensi operasional perusahaan sekaligus pelestarian lingkungan,” katanya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Selama 2024, lanjut Musytaqim, PT Semen Padang menggunakan 16 jenis AFR untuk menggantikan batubara. Jenis-jenis AFR yang digunakan meliputi bahan bakar terbarukan seperti Spent Bleaching Earth (SBE) sebanyak 9.175,08 ton, sekam padi 1.740,49 ton, kayu kaliandra 19,83 ton, fiber sawit 3.230,76 ton, serbuk gergaji 938,46 ton, dan tongkol jagung 21,07 ton.

Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan limbah seperti Sludge Oil, Glycerin Pitch, oli bekas, dan sampah yang dikumpulkan melalui program “Nabuang Sarok” berbasis aplikasi. “Program Nabuang Sarok ini menjadi salah satu inisiatif inovatif perusahaan untuk mendukung pengelolaan sampah masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selain itu, beberapa AFR lain seperti oli bekas, residu filtrasi, dan Sludge Ipal juga digunakan oleh PT Semen Padang sebagai bagian dari upaya penggantian batubara. “Dengan pemanfaatan AFR, kami dapat mengurangi emisi CO2 secara signifikan, mendukung pengelolaan limbah, dan menciptakan efisiensi biaya produksi,” bebernya Musytaqim.

Musytaqim menegaskan bahwa dengan pemanfaatan AFR yang lebih luas, PT Semen Padang dapat terus mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

“Komitmen ini menjadi bagian dari visi jangka panjang PT Semen Padang dalam menciptakan industri yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs),” pungkas Musytaqim. (*/Eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB