STP Bandung Ingin Nagari Andaleh Sejahtera Lewat Pariwisata

Penulis -

Selasa, 8 Maret 2022 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- 6 orang mahasiswa yang didampingi 3 Orang Dosen, Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung melakukan Field Project Study (FPS) di Nagari Andaleh kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar.

Field Project Study (FPS) itu dimulai tanggal 7 Maret sampai 31 Maret 2022.

Yessy akmaliza, Sekretaris Dinas Parpora Kabupaten Tanah Datar didampingi Kabid Pariwisata Efrison mengatakan kegiatan FPS di nagari Andaleh Kecamatan Batipuh merupakan tindaklanjut perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemda Tanah Datar dengan Sekolah Tinggi (STP) yang telah ditandatangani oleh bupati Tanah Datar Eka Putra, di Bandung pada Januari 2022 lalu.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurut Efrison, dipilihnya Nagari Andaleh sebagai FPS karena Nagari tersebut memiliki potensi dan pesona wisata yang bernilai tinggi. Nagari Andaleh juga memiliki view yang indah, dan terkenal dengan Nagari bunga, karena hampir seluruh masyarakat berusaha di sektor bunga hias.

Selain itu, di daerah ini juga terdapat pohon Andalas yang sudah berusia ratusan tahun, bunga Raflesia Arnoldi. Keunggulan lain, Nagari Andaleh telah memiliki Master Plan dan DED pengembangan pariwisata nagari, yang diprakarsai oleh Nova Hendria, Anggota DPRD Tanah Datar.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

lebih jauh dijelaskan bahwa, Kabupaten Tanah Datar satu satunya kabupaten kota di sumbar yang melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi pariwisata dibawah binaan Kementerian Pariwiata Ekonomi Kreatif RI.

” FPS merupakan program ke dua STP di Tanah Datar, sebelumnya tanggal 27 Februari 2022 sudah dilaksanakan Coaching Clinic/ pembekalan pelaksanaan event yang profesional oleh STP Bandung kepada 14 nagari pelaksana satu nagari satu event,” kata Efrison.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara itu Dr, Sumarydi MM, Dosen pembimbing FPS ketika menyampaikam kegiatan FPS merupakan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa program studi Manajemen Destinasi Pariwisata STP Bandung sebagai penerapan konsep materi perkuliahan di Nagari Andaleh Kecamatan Batipuh.

” harapan kita pariwisata nagari Andaleh semakin maju dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB