Tanah Datar, Prokabar- Gunung Marapi yang berada di antara kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat kembali erupsi, Minggu (3/12/23). Bahkan, puluhan pendaki terjebak di puncak gunung saat peristiwa itu terjadi.
Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) status Gunung Marapi pada tanggal 30 November 2023 masih berada dilevel II.
Arti kata, seluruh aktifitas disekitar gunung marapi tidak diperbolehkan dengan radius 3 kilometer, tidak terkecuali kegiatan pendakian.
Namun, kenyataan dilapangan berbanding terbalik dengan laporan PVMBG, dimana masih ada aktifitas pendakian. Hal ini juga dapat dipastikan melalui aplikasi booking online milik BKSD provinsi Sumatera Barat,
https://booking.bksdasumbar.org/booking-online/8 yang masih aktif.
Dalam aplikasi itu, setiap pendaki diwajibkan membayar retribusi sebesa Rp. 15.000 yang harus dibayarkan dua jam setelah melakukan registrasi. Jika tidak dibayar maka data akan otomatis terhapus oleh sistem.
Saat ini puluhan pendaki marapi telah dinyatakan terjebak dan masih berada di sekitar gunung marapi untuk dievakuasi.
Dalam video yang beredar dimedia sosial, sebagian pendaki bahkan terlihat sangat dekat dengan pusat kawah saat erupsi terjadi. Sebagian video lainnya, pendaki telah ditutupi abu vulkanik dan meminta pertolongan untuk dievakuasi.
















