Staf Khusus Kemendes PDTT: Pendamping Desa, Pahlawan Jaman Now

Penulis -

Senin, 12 November 2018 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Suatu ketika, menjelang siang. Terik matahari membakar diri. Rombongan Kemendes dan pendamping desa mulai gelisah. Panas terasa menyengat. Keringat mulai meleleh di pipi. Badan mulai gerah. Baju pun basah. Ketika beberapa orang sudah mencari tempat berteduh, H. Febby Datuk Bangso tetap diposisinya. Ia sedang bicara dengan beberapa orang pendamping lokal desa.

Yusriani Dwi Putri Nasti, salah seorang Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), di Kabupaten Pasaman Barat, mengisahkan. Semua pendamping desa yang ditugaskan di kabupaten tersebut, setiap hari saling mengingatkan. Mereka mengawal setiap tugas yang diamanahkan.

Ketika pembangunan jembatan Taluang Batiang, menghubungkan Nagari Mandiangin dan Nagari Katiagan, di Kecamatan Kinali menggunakan Dana Desa 2016, tak hanya tenaga ahli atau pendamping desa yang semakin berlipat ganda semangatnya. Keberadaan jembatan tersebut memberikan secercah harapan baru bagi masyarakat di sana. Mereka pun kemudian menyusun rencana—rencana besar dalam hidup mereka.

Baca Juga :  Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Jembatan tersebut menjadi urat nadi bagi kehidupan masyarakat setempat. Tak terhitung kisah buruk ketika tak ada jembatan itu. Tak terhitung jumlah masyarakat yang melahirkan di sampan lantaran tak ada akses jalan. Tak terhitung perkelahian warga Katiagan dan Mandiangin lantaran mereka nyaris tak bersilaturrahmi.

Dulu, Mandiangin adalah sebuah jorong dari Nagari Katiagan. Daerah tersebut dihuni sekitar 1500 jiwa. “Dulu, sebelum ada jembatan, akses masyarakat ke Jorong Mandiangin bisa sampai sehari semalam. Kami harus menggunakan perahu sampan yang dapat berlayar, harus menunggu naiknya arus pasang teluk dulu,” ujar Kepala Jorong Mandiangin, Lefdi Siska.

Sejak ada jembatan sepanjang 180 meter, lebar 2 meter, kehidupan di Mandiangin perlahan mulai membaik. Jembatan tersebut menjadi urat nadi kehidupan mereka. Hasil perkebunan, hasil ladang, bisa mereka bawa langsung menggunakan sepeda motor atau becak, atau gerobak.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

“Semuanya kini sudah bisa serba murah dibandingkan sebelum ada jembatan,” kata Yusriani Dwi Putri Nasti, sembari mengenang, bagaimana dulu ia bersama pendamping desa lainnya jika harus ke Mandiangin. Ada kalanya mereka tak bisa pulang hari itu juga lantaran terhadang air pasang atau air laut yang surut.

Kesulitan demi kesulitan tersebut sudah jadi “makanan” sehari – hari para tenaga ahli dan pendamping desa mau pun pendamping lokal desa, “tapi tak ada diantara mereka yang menyerah,” kata H. Febby Datuk Febby, Staf Khusus Kemendes PDTT.

Lelaki yang akrab disapa Datuk Febby ini mengungkapkan, perhatian, keseriusan dan totalitas para tenaga ahli dan pendamping desa mau pun pendamping lokal desa, patut diberikan apresiasi. Mereka merupakan laskar terdepan dalam mewujudkan impian pemerintah, membangun Indonesia dari desa.

“Mereka bergerak dalam mobilitas yang tinggi. Hujan dan panas seakan tak lagi dirasakan mereka. Pertemuan dengan masyarakat, menggerakkan, memobilisasi dan mendampingi masyarakat untuk terus bergerak, merencanakan dan menggerakkan pembangunan, bukanlah hal yang mudah,” katanya sembari menyebutkan, tak sedikit diantara para pendamping desa tersebut datang dari latar belakang berbeda dengan masyarakat yang didampinginya.

Baca Juga :  101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Kondisi yang berat itu, tak saja dirasakan di Katiagan. Banyak daerah di Sumbar yang sulit dijangkau. Tapi bukan halangan bagi hampir 700 orang pendamping desa, terdiri dari Tenaga Ahli Program Provinsi, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Tenaga Ahli Teknologi Tepat Guna, Pendamping Desa Pemberdayaan, Pendamping Desa Teknik Infrastruktur, Pendamping Lokal Desa.

Tokoh muda asal Kabupaten Agam itu mengungkapkan, tidak berlebihan kalau para pendamping desa tersebut disebut sebagai pahlawan jaman now, “ada hampir tujuh ratus pendamping desa di Sumbar dan puluhan ribu diseluruh Indonesia. Mereka berjuang dan mendampingi masyarakat desa dengan penuh keterbatasan. Tak berlebihan kalau mereka adalah contoh nyata pahlawan jaman now,” katanya. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini
Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau
Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah
101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang
Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:02 WIB

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:32 WIB

101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Berita Terbaru

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 30;

Daerah

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:31 WIB