Bola

SSB Padang United, Bentuk Pemain Profesional Berakhlak dan Berkarakter

Padang, Prokabar — Sebuah sekolah sepak bola (SSB) bukan sekedar melatih anak menjadi pemain yang pandai bermain bola namun juga membentuk mental, budaya dan sikap yang sportovitas, jujur, peduli sesama, santun serta bertanggung jawab. Hal-hal

tersebut menjadi landasan bagi Miko Kamal saat mendirikan SSB Padang United pada Mei tahun 2012 lalu.

Pembina SSB United yang ditemui saat tengah mendampingi anak-anak asuhnya di Lapangan Sepak Bola SMAN 2 Padang bercerita banyak tentang kecintaan dan kepeduliannya pada olahraga terutama Sepakbola di Kota Padang.

Setelah menyelesaikan kuliah S-3 di Australia dan kembali ke Padang, Miko awalnya memasukan sang anak ke salah satu SSB yang ada di Padang, namun setelah dilihat ternyata banyak kebiasaan di sekolah bola tersebut tidak sesuai dengan prinsipnya, sehingga hal tersebut menjadi salah satu dorongan mendirikan SSB.

“Saat di Australia, saya melihat di sekolah anak-anak diajarkan agar tidak membuang sampah sembarangan dan budaya antre, termasuk anak saya.

Berbeda sekali dengan kondisi di Indonesia. Karena itu, saya terinspirasi mendidik mereka sejak dini, namun tidak melalui pendidikan formal,” katanya. 

Saat ini, sekitar 75 anak bergabung ke Padang United yang terbagi dalam empat kelas umur pembinaan, U11, U13, U17 dan U19 dengan jadwal latihan Selasa, Kamis dan Sabtu dilapangan SMAN 2 Padang.

“Saat ini kita menggunakan kurikulum pembinaan sepak bola yang telah ditetapkan pemerintah, dimana masa pembinaan dibagi empat fase. Fase kegembiraan sepak bola di usia 6 hingga 9 tahun, fase pembangunan skill di usia 10 hingga 13 tahun, fase pengembangan permainan di usia 14 hingga 17 dan fase penampilan di 18 tahun keatas,” terangnya.

Di bidang prestasi, SSB Padang United pernah menjadi Juara Liga ASSB U-16, mengalahkan PSTS di final, Juara 3 Turnamen Brimob U-12, lalu tahun lalu menjadi runner up Padang Super League. Ke depan, SSB makin aktif mengikuti berbagai turnamen di Padang, dan Sumbar. 

“Insya Allah prestasi anak-anak yang belajar sepakbola di SSB Padang United akan diraih dengan jalan berlatih dengan serius serta senantiasa mengaktualisasikan nilai kejujuran dan kepedulian,” harap Miko.

Miko mengatakan, anak-anak yang selalu menginternalisasikan nilai-nilai kejujuran dan kepedulian dalam meraih prestasi adalah tunas bangsa yang sedang mengasah karakter pribadi yang akan ditularkan menjadi karakter bersama.

“Beginilah cara kami di SSB Padang United ikut serta membangun karakter bangsa yang sedang ramai dibicarakan publik. Kami yakin, karakter harus dilatih atau dipraktikkan, bukan hanya didendang-dendangkan atau diajarkan dalam bentuk teori-teori,” sebutnya.

Ada sejumlah ritual yang dilakukan SSB Padang United sebelum menggelar latihan, sederhana namun membangun karakter para siswa, seperti kedisiplinan dengan datang 15 menit sebelum bertanding, menyalami pelatih dan teman-teman, memungut sampah sebelum bertanding hingga antri saat mengambil minum dan membiasakan minum dengan tangan kanan dan duduk.

“Membersihkan sampah adalah bagian dari kepedulian,” sambungnya.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung dapat datang saat jadwal latihan atau ke Toko Sari Angrek. “Kita juga menyediakan beasiswa bagi para siswa yang kurang mampu,” ungkapnya.

Dirinya berharap kelak para siswa yang lahir dari SSB Padang United bisa menjadi pemain profesional dan membela sejumlah klub tanah air, “Kita berharap mereka juga menjadi pemain yang berakhlak” tuturnya.

Sementara itu, Harry Perdana salah seorang siswa SSB Padang United mengungkapkan rasa syukur bisa diberi kesempatan berlatih dan bergabung. “Sudah gabung sejak kelas enam SD, sejak awal berdiri dan masih latihan di lapangan PJKA,” ungkap siswa SMAN 14 Padang tersebut.

Kesempatan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh Harry dengan berlatih yang tekun sehingga membuahkan hasil sebagai kiper terbaik piala Soeratin U17 Sumbar. “Pada piala Soeratin U17 kemarin Alhamdulillah mendapat penghargaan kiper terbaik,” ungkapnya.

Dengan SSB Padang United dirinya menyimpan mimpi kelak akan bisa menjadi pemain timnas serta membela klub Semen Padang. “Ingin seperti Teja Paku Alam (Kiper Sriwijaya),” ujarnya. (Hdp)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top