Spesifikasi Pesawat Presiden yang Heboh karena Dicat Ulang

Penulis -

Jumat, 6 Agustus 2021 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan pesawat presiden yang sudah berganti warna menjadi merah putih.

Penampakan pesawat presiden yang sudah berganti warna menjadi merah putih.

Prokabar.com, Jakarta – Heboh soal pengecetan pesawat kepresiden yang menghabiskan anggaran besar saat Indonesia masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Kehebohan ini bermula saat mantan anggota Ombudsman Alvin Lie angkat bicara di akun Twitternya.

Alvine Lie yang juga pengamat penerbangan ini menulis biaya cat cat ulang pesawat kepresidenan yang mencapai 100 sampai 150 ollar Amerika atau setara dengan Rp 1,4 miliar sampai Rp 2,1 miliar

Pengeluaran ini dianggap boros lantaran Indonesia masih butuh pendanaan untuk mengentaskan pandemi Covid-19.

Lantas bagaimana dengan spesifikasi pesawat kepresidenan yang dicat ulang tersebut:

Pesawat Kepresidenan BBJ2

Seri pesawat tersebut 737-800, produksi Boeing Campany sejak tahun 2011.

Psawat tersebut tiba pertama kali di Base Operations (Base Ops) Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada 10 April 2014.

Rentang saya pesawat tersebut 25,79 meter, tinggi 12,50 meter dan panjang 38 meter.

Ada 2 engine CFM 56-7 dengan rancangan untuk memuat 4 VVIP Class Meeting Room, 2 VVIP Class State Room, 12 area eksekutif, dan 44 area staf.

Total penumpang pesawat tersebut sampai 67 orang dan pas untuk rombongan kepresidenan.

Penerbangan

BBJ2 bisa terbang di ketinggian maksimal 41 ribu kaki dan mampu terbang selama 10 jam.

Kecepatan jelajah pesawat ini maksimum 0,785 mach dan kecepatan maksimum 0,85 mach.

BBJ2 memiliki perangkat keamanan yang canggih dan tangki bahan bakar dengan jangkauan 10 ribu kilometer.

Kemampuan ini cukup untuk menjangkau seluruh pelosok negeri Indonesia dan negara sahabat.

BBPJ2 memiliki peningkatan 25 persen volume kabn dan 100 persen volume kargo daripada seri sebelumnya.

Mesin BBJ2 pada dek penerbangan mengakomodasi Pilot dan Co-Pilot menggabungkan beberapa fitur Boeing 737-800.

Kokpit kaca memliki tampilan head-up Rockwell Collins Flight Dynamics HGS-4000 dan enam display penerbangan kristal cair panel datar Honewell.

BBJ2 memiliki dua mesin tubofan CFM56-7B27 buatan perusahaan General Electric dari Amerika Serikat dan Snecma dari Prancis.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru