SPBU Sago Utamakan Pembeli Motor Lansir, Ini Kata Warga

Penulis -

Rabu, 31 Oktober 2018 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Sejumlah pengendara bermotor memprotes ulah petugas Stasiun Pengisian Bahan Minyak Umum (SPBU), Sago, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yang mengabaikan antrean warga saat membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama Premium.

Pantauan Prokabar.com Selasa (31/10) di lapangan, terlihat petugas malah mengutamakan pembeli dengan motor lansir tengkinya yang cukup besar.

Informasi dihimpun, petugas mendapatkan uang tips dari pelansir. Sehingga di SPBU tesebut, BBM jenis bensin, solar, lebih cepat habis. Namun cukup tersedia di kios eceran dengan harga yang mahal.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Beli bensin di kios eceran harganya mahal, karena pedagang eceran mengeluarkan biaya tambahan (tips) untuk petugas SPBU. Praktik ini sangat merugikan masyarakat yang seharusnya menikmati subsidi atas BBM,” kata Topik (38) warga Painan, kepada Prokabar.com.

Topik dan sejumlah warga lainnya, mengaku kecewa dengan ulah petugas SPBU, yang tak peduli antrean panjang warga yang membeli BBM di SPBU tersebut.

“Saat antrean panjang, petugas malah mengutamakan konsumen yang menggunakan motor lansir, kondisi ini sudah sangat sering saya alami di SPBU Sago ini,” ujar Topik.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Warga mendesak PT Pertamina memberi sanksi tegas kepada pengelola SPBU atas praktik curang ini.

“Hal ini perlu mendapat teguran dari Pertamina, karena kami harus mengantre, dan kadang-kadang malah tak dapat beli  BBM jenis premium,” harapnya.

Salah seorang pelansir, Eman (40) mengaku membeli premium dengan motor lansir untuk dijual sendiri kepada masyarakat.

“Ya saya memang membeli premium sebanyak puluhan liter untuk dijual sendiri. Saya sudah lama menjual BBM eceran,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Manager SPBU Sago, Dewi mengatakan, pihaknya akan segera memberitahu kepada pemilik SPBU.

“Ya saya tak bisa menghentikan ini pak, terlebih dahulu saya kasih kabar dulu kepada pemilik SPBU, setelah dikasih kabar nanti baru tahu bagai mana hasilnya,” ujarnya dengan nada gagap.

Kedepan, katanya, pihaknya akan stop penjualan BBM jenis Premium, agar tidak menimbulkan kekecewaan warga, tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB