Soal UMKM, Konsep Fakhrizal dan Genius Umar Sudah Duduk Dari Hulu Sampai Hilir

Penulis -

Kamis, 24 September 2020 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Mau jadi gubernur buat visi misi, diupahkan pada ahli disurvei. Tukang survei masuk ke nagari. Tak usahlah.

Begini saja, kalau jadi gubernur bisa tidak menolong ekonomi rakyat. Caranya? Makanya ape gue kate, tak usah tinggi benar angan-angan. Biasa-biasa saja tapi bajaso dek rakyat.

Kemarin Fakhrizal bicara soal pupuk, pasar pertanian dan sekarang UMKM. Pemerintah punya daftarnya tapi daftar saja, tolongnya sedikit doang.

Jangan hanya cerita. Begini: UMKM itu yang perlu sekarang cukup 3 saja. Modal, manajemen dan pasar. Bahkan pasar sudah mereka cari sendiri. Uang, modal, tak ada. Mau buka usaha mereka mati langkah.

Maka modal ada di bank, tapi bank kita sampilik kariang. Fakhrizal bisa atasi ini, kalau bank tak mau, jangan berusaha di Sumbar. Ini untuk rakyat. Bahwa selama ini sudah ada, iya. Tapi, indak jalan. Kalau pun jalan bantuak cipuik.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

UMKM kuliner, pakaian, aksesoris dan oleh-oleh serta usaha-usaha pertanian, harus seriuslah. Selama ini dimabuk mimpi saja rakyat.

Bappeda harus jadi tungku kebijakan, kalau tak begitu, apa gunanya bappeda itu. Harus pintar. Harus punya wawasan.

Apalagi? Kita telah punya peta tingkat UMKM tapi harus dijaga akurasinya tahun ke tahun. Pendekatannya ke bawah jangan per proyek tapi per hati. Hati bekerja untuk rakyat. Jangan bergerak sedikit ditanya uang jalan. Rapat, pakai honor. Matilah bangsa ini kalau semua pakai honor. Oke pakai honor tapi tak ada gaji, mau? Gaji iya, honor iya, semua iya tapi hasil tak seberapa.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Fakhrizal akan menata pola kepedulian pemerintah pada UMKM bukan sekadar janji. Caranya dinas terkait dalam dua bulan pertama harus memberikan data akurat dan kemudian dibedah oleh ahli dan perbankan. UMKM jangan mengemis-ngemis pada bank, menetes air mata nenek moyang kita. Banklah yang harus datang.

Bank tak sekadar mencairkan kredit. Tetapi dipapah UMKM ini agar manjujuik. Tunjukkan cara mengelola keuangan dengan baik. Sehingga jelas berapa modal satu produk, dan berapa margin laba yang cocok. Dengan demikian harga produk UMKM kita bersaing. Jangan muncul image bagi wisatawan, harga produk lokal mahal.
Tak hanya keuangan. Tunjukkan juga oleh perbankan bagaimana UMKM mengemas produk agar kekinian.

Disukai banyak orang. Jadi brand, seperti yang anak-anak muda lakukan pada Tangkelek. Sudah mendunia barangnya.
Toh, keberadaan UMKM salah satu peluang bagi dunia kerja. Ribuan anak-anak muda Sumbar lulus sarjana tiap tahunnya, belum lagi tamat SLTA.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Mereka dipaksa buka usaha, tak melulu jadi PNS. Tetapi modal tak ada, kepandaian satangah-satangah.
Di sinilah peran pemimpin daerah. Mendorong seluruh elemen membantu pengembangan UMKM di Sumbar. Mempermudah akses modal. Pembinaan benar-benar dikawal UMKM itu. Tak sekadar datang ke sana saat ada program, dan diundang seminar.

Seperti mamak ka tampek kamanakan orang dinas itu datang ke UMKM. Tanya apa masalah, dan carikan solusi terbaiknya.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Daya beli melemah. Syukur-syukur ditolong UMKM itu bertahan. Tidak mengurangi karyawan. Sehingga perekonomian di daerah ini tetap terjaga. Masyarakat terbantu, dan terselesaikan masalahnya. (rls/adv)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB