Daerah

Soal Tol Padang-Sicincin, Ini Penjelasan Kadis Kominfo Sumbar

Dibaca : 342

Padang, Prokabar – Beredar kabar PT Hutama Karya, pemilik jalan tol Sumatera, akan menghentikan pembangunan jalan Tol Padang–Sicincin, bagian dari ruas Jalan Tol Padang Pekanbaru.

Sekaitan dengan adanya kesimpangsiuran informasi tentang Perkembangan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera Barat, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Barat Jasman Rizal pun menyampaikan beberapa penjelasan sehingga masyarakat maupun pemangku kepentingan dapat memahami persoalan yang ada.

Berikut penjelasan lengkap Kadis Kominfo Sumbar tersebut :

  1. Hari ini Jumat 5 Maret 2021 telah dilakukan pertemuan di kantor Bupati Padang Pariaman dengan agenda penyerahan uang ganti untung pembebasan lahan jalan tol Padang – Sicincin kepada masyarakat, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Padang Pariaman yang didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Padang Pariaman, Kanwil BPN, Pejabat Pemprov Sumbar (dipimpin oleh Kepala Balitbang Prov Sumbar), PPK pengadaan tanah jalan tol Padang – Pekanbaru 1 Kemen PUPR, perwakilan BANK BRI, Kepala Bapeda dan Inspektorat Padang Pariaman. 
  1. Penyerahan ganti untung terhadap lahan masyarakat hari ini di Kantor Bupati Padang Pariaman (5 Maret 2021), adalah sebesar 14 milyar untuk 24 bidang dan 10 penggarap. Sebelumnya juga telah dibayarkan kepada masyarakat sebesar 36 milyar kepada 33 bidang dan 10 penggarap.
  1. Panjang ruas jalan tol Padang Sicincin adalah 36,6  km, yang dibagi atas 2 lokasi (2 Penlok atau 2 penetapan lokasi).
  1. Perlok I: 0 km sampai 4.2 km sdh selesan pembebasannya.
  1. Perlok II dari 4.2 km ke 36.6 km sedang dalam proses dan akan diberikan  ganti untung. 
  1. Sesuai laporan PPK pengadaan tanah (ibu Siska Martha Sari) dan Kanwil BPN yang diwakili Kabid Pengadaan Tanah pengadaan tanah untuk penlok II 4.2 ke 36,6 km sedang dalam pengadaan tanah yang terdiri dari inventarisasi dan identifikasi, pengumuman, penilaian oleh appraisal, musyawarah, pengumpulan berkas dan pembayaran uang ganti kerugian.
  1. Pembayaran  pembebasan lahan sudah mencapai 20.4 persen terhadap luas dari total kebutuhan lahan di penlok 1 dan 2, sedangkan target penyelesain pembayaran pembebasan lahan diharapkan selesai sebelum bulan Juni (sebelum lebaran) dan Kakanwil BPN berharap pembayaran selesai sebelum lebaran. 
  1. Selanjutnya penlok 2. Kurang lebih 600 bidang tanah sedang dinilai oleh KJPP dan sebanyak 526 bidang tanah sudah selesai musyawarah dan telah menyepakati nilai harga lahan.
  1. Dari 1.452 bidang tanah yang telah bebas 127 bidang dari total lahan yang dibutuhkan. Namun jika dari seluruh tahapan proses pengadaan tanah, progres nya sudah mencapai 57 %. Secara keseluruhan, tidak ada ditemukan permasalahan ganti untung lahan masyarakat dan pembangunan jalan tol akan terus dilaksanakan. (*)

 


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top