Soal Tol Padang-Pekanbaru, Ini Kata Kadin Sumbar

Penulis -

Kamis, 28 November 2019 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar menilai keberadaan tol Padang-Pekanbaru merupakan harapan baru bagi perekonomian daerah.

Ketua Kadin, Ramal Saleh mengungkapkan pembangunan jalan tol bakal mempersingkat jarak konektivitas antara kedua provinsi. Lalu lintas barang dan manusia akan semakin cepat.

“Waktu tempuh antara Padang dan Pekanbaru itu nanti bisa-bisa hanya dua atau tiga jam saja,” ungkapnya pada Prokabar di Padang, Kamis (28/11).

Kementerian PUPR menargetkan empat ruas tol Trans Sumatera bakal beroperasi pada 2020 antara lain Padang Pekanbaru Seksi I (Padang-Sicincin) sepanjang 30,4 Kilometer.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Seksi II dan III Kayu Agung-Palembang-Betung Jaka Baring-Betung sepanjang 69,19 Kilometer. Sigli-Banda Aceh, 74 Kilometer dan Seksi I Medan-Binjai, 6,27 Kilometer.

Hingga November tahun ini, ruas tol Trans Sumatera yang sudah beroperasi mencapai 467,6 km. Secara keseluruhan, dari Lampung-Aceh mencapai 2.974 Kilometer.

Dalam perencanaannya, pembangunan proyek ditargetkan rampung pada 2024, dengan nilai investasi pembangunan ruas Padang-Sicincin mencapai Rp4 triliun.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Untuk itu, lanjut dia, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menyiapkan beberapa hal penting. Pertama, menyiapkan pertanian.

“Ya, artinya membangun sektor pertanian mulai dari hulu sampai kegiatab hilirnya,” ujarnya.

Kedua, menumbuhkan sektor perdagangan. Sebab, akses ekspor komoditi unggulan daerah makin terbuka lebar.

Biaya transportasi menuju pelabuhan ekspor, baik Pantai Barat, maupun Pantai Timur kian murah.

“Selama ini, beban biaya transportasi darat menuju pelabuhan ekspor cukup besar. Nah, dengan akses darat yang lancar, tentu ongkos bisa dipangkas,” terangnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ketiga, mengembangkan potensi pariwisata. Pemasaran pariwisata perlu ditingkatkan.

Dengan akses yang kian mudah, Sumbar akan menjadi salah satu destinasi tujuan utama. Pemasaran pariwisata semakin mudah.

“Keempat, membangun sektor pendidikan. Karena ini adala hulu dari semuanya. Ke depan, Sumbar harus memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Jika tidak, akan tergilas,” tutupnya. (tds)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB