Soal Gempa Tsunami, Pemerintah Diminta tak Beri Rasa Aman Palsu

Penulis -

Selasa, 1 Oktober 2019 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Komunitas Siaga Bencana Kota Padang menilai, masih banyak pekerjaan rumah pemerintah soal mitigasi bencana gempa dan tsunami di Sumatera Barat (Sumbar) yang harus diselesaikan.

Direktur Eksekutif Kogami Kota Padang, Patra Rina Dewi melihat, selama ini pemerintah daerah selalu mengklaim kesiapsiagaan bencana dengan mitigasi di Sumbar telah dilakukan dan masyarakat telah paham apa yang akan mereka lakukan jika terjadi gempa dan tsunami.

Namun, kenyataan dilapangan jauh berbeda dengan klaim tersebut. Masyarakat banyak yang belum paham soal kesiapsiagaan bencana.

“Soal mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami ini, pemerintah jangan memberikan rasa aman palsu kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (1/10).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dilanjutkannya, 10 tahun gempa Padang tidak banyak yang dilakukan pemerintah soal kesiapsiagaan bencana terhadap masyarakat. Dia mengakui pemerintah telah melakukan upaya namun belum maksimal.

“Saya akui program dan anggaran tersedia, pembangunan juga dilakukan, tapi coba tanya masyarakat pinggir pantai di Padang saja dulu, apakah mereka tahu kemana akan lari saat terjadi gempa bumi dan berpotensi tsunami. Kemudian apakah mereka tahu mana gedung yang bisa dijadikan untuk menyelamatkan diri. Jawaban tidak,” tegasnya.

Ia menilai, banyak program pemerintah tidak menyentuh langsung kepada masyarakat dan tidak berkelanjutan. Padahal bencana bisa datang kapan saja, hal itu berbanding terbalik dengan pemahaman masyarakat yang cepat lupa soal mitigasi bencana.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Jangan yang jauh-jauh dulu, simulasi bencana di kantor gubernur Sumbar saja, berapa yang ikut? Bagaimana kedulian mereka kalangan terdidik? kurang. Belum lagi nanti masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, Patra menekankan, sosialisasi dari pemerintah melalui BPBD tidak hanya bagi kalangan tertentu atau pada warga zona merah saja. Mereka yang tinggal di zona hijau juga harus diprioritaskan.
“Kota Padang contohnya, mereka yang tinggal di zona hujan aman, tidak. Mereka belanja ke Pasar Raya dan kegiatan lain mereka berada di zona merah. Lihatlah gedung pemerintah, pusat perbelanjaan dan aktivitas pendidikan berada di zona merah. Jadi sosialisasi harus menyeluruh dan secara terus menerus,” terangnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selain itu, pemerintah daerah harus punya alternatif rencana evakuasi. Sebab saat ini kebanyakan sekolah di Padang hanya berpatokan pada shelter. Namun jika shelter roboh kemana mereka akan lari.

“Apa rencana evakuasi selanjutnya, banyak kami temukan sekolah yang sudah punya shelter, tapi mereka tidak punya rencana evakuasi lanjutan. Pemerintah harus hadir disini,” tegasnya.

Terakhir, pemerintah daerah juga harus mengawasi pembangunan di zona merah serta kelayakan bangunan aman gempa sebagai bentuk mitigasi bencana. “Harus menyeluruh diawasi, mulai dari masyarakat hingga bangunannya,” tukasnya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB