Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Peristiwa

Soal Bom Surabaya, Ini Kata IJTI


Jakarta, Prokabar — Bom meledak lagi, di Surabaya. Entah siapa pelakunya. Namun pelaku sukses membuat resah se antero negeri.

Informasi berterbangan di media sosial dan televisi nasional. Berpacu cepat, ingin menjadi terdepan. Hati hati, tercepat bukan berarti menabrak etika pemberitaan. Ada rambu rambu yang harus ditaati.

Ini pernyataan sikap Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)

Jakarta – Menyikapi peristiwa pengeboman di Gereja di Surabaya, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyerukan :

1. Mengutuk keras tindakan biadab pelaku pengeboman. Terorisme adalah kejahatan luar biasa dan tidak dibenarkan oleh agama manapun

2. Meminta seluruh jurnalis TV berpegang teguh pada kode etik dan P3SPS dalam meliput peristiwa teror bom di Surabaya.

3. Tidak mengeksploitasi visual berdarah korban tragedi bom dilayar kaca

4. Memverifikasi dan mengkonfirmasi setiap informasi terkait teror bom secara benar sebelum dipublikasi

5. Tidak ikut menyebarkan dan men-share gambar atau video korban teror bom di media sosial atau applikasi percakapan.

6. Tidak menggunakan narasumber yang bisa memperkeruh situasi

7. Selain menggali persoalan teror yang sebenarnya, jurnalis harus mendorong dan mendukung aparat kepolisian menangani kasus ini secara menyeluruh dan tuntas

8. Jurnalis harus ikut serta menjaga stabilitas nasional, dengan terus menumbuhkan harapan serta tidak menimbulkan ketakutan dimasyarakat

Jakarta, 13 Mei 2018

Pengurus Pusat
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia

Yadi hendriana-Ketua Umum
Indria Purnama Hadi-Sekjen

Berani Komen Itu Baik

To Top