Maninjau, Prokabar — Masjid itu telah berdiri kokoh dan indah. Hanya saja rumah ibadah dua tingkat tersebut belum sempurna. Dinding dan lantai masih terhias sebagai mana mestinya. Pada bagian atap masih mengalami kebocoran di saat hujan
Tidak hanya itu, tempat wudhu dan wc juga belum dapat dimanfaatkan. Semuanya masih butuh pembangunan dan kelanjutan.
Menurut Kepala SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Eva Indrayeni, pembangunan dimulai sejak 2014 lalu. “Awalnya hanya sebuah mushalla. Karena sempit dan tidak memadai, mendorong alumni untuk menggagas pembangunan masjid. Selain uang senilai Rl100 juta, Haji Sukri Saleh juga menghibahkan tanahnya,” ungkap Eva.
Pembangunan selain dari Alumni, dana DAK Pamsimas Kabupatsen Agam juga pernah didapatkan. Karena bangunan cukup besar, pembangunan pun masih dalam tahap finising.
“Selain wc, dinding dan lantai, pemasangan listrik juga belum terlaksana. Diperkirakan ratusan juta lagi untuk melanjutkan pembangunan ini,” lanjutnya.
Kepala SMPN 1 Tanjung Raya ini menambahkan, ia sendiri masuk sebagai Kepala Sekolah baru Februari 2019. Masih terbilang baru. Meski demikian, ini adalah bagian tugas dan tanggung jawab dia untuk melanjutkan pembangunan tersebut.
“Terlebih lagi, di sini Program Agama Islam dan Seni Budaya sangat kental kami lakukan. Pengaruh buruk budaya asing melalui teknologi komunikasi dan jaringan internet komputer, sudah memasuki kondisi darurat. Perbekalan Agama dan Budaya berupa ABS, SBK perlu ditingkatkan secara maksimal. Dengan demikian, jelas kita sangat membutuhkan Masjid ini, sebagai tempat pendidikan rohani anak didik,” pungkasnya. (rud)
















