SMK N 11 Padang Urung Dibangun Tahun Ini

Penulis -

Senin, 31 Juli 2023 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evi Yandri Rajo Budiman reses di Kelurahan Pisang. (Adh)

Evi Yandri Rajo Budiman reses di Kelurahan Pisang. (Adh)

Padang, Prokabar – Akibat ketiadaan jalan dan jembatan, SMK Negeri 11 Padang, urung dibangun tahun ini. Hal ini disampaikan Evi Yandri Rajo Budiman dalam resesnya pekan lalu (26/7) di Kelurahan Pisang,Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Ditambahkan anggota Komisi IV DPRD Sumbar ini, sebelumnya, pada 2023 ini, akan dibangun dua sekolah menengah, yakni SMK Negeri 11 Padang, dan juga SMA Negeri 17 Padang, dengan anggaran masing-masing lebih kurang 4 miliar rupiah.

Namun setelah dilakukan pengecekan ke lapangan, hanya SMA Negeri 17 Padang di Kawasan Palarik Kelurahan Air Pacah yang bisa dibangun karena sudah tersedianya akses jalan.

Sementara untuk lokasi SMK Negeri 11 Padang, di kawasan Kelok Balimbiang, Kelurahan Kuranji masih harus menunggu dibangunnya infrastruktur jalan dan jembatan.

“Jalan menuju lokasi lahan bakal bangunan SMK Negeri 11 Padang, sebagian besar masih jalan tanah, dan melewati tiga anak sungai ataupun sungai. Sehingga diperlukan pembangunan jalan dan jembatan terlebih dahulu. Insya Allah, tahun depan sudah bisa mulai dibangun bangunan SMK Negeri 11 Padang,” sebut Evi Yandri Rajo Budiman, seraya menambahkan, pembangunan jalan dan jembatan, tuntas dalam 2023-2024 ini.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

SMK Negeri 11 Padang, merupakan filial dari SMK Negeri 3 Padang, yang dibuka sesaat usai peristiwa digemboknya sekolah oleh warga, akibat kekecewaan anak kemenakan mereka tidak diterima di SMA Negeri 16 Padang pada 2015 lalu. Delapan tahun berselang, saat ini SMK Negeri 11 Padang, masih menggunakan bangunan sekolah dasar, untuk proses belajar mengajar siswa-siswinya.

Sementara untuk SMA Negeri 17 Padang, pada Juni 2024 mendatang, akan memiliki lulusan pertama.

Saat ini, siswa-siswi SMA termuda di Kota Padang tersebut, masih belajar menggunakan bekas bangunan eks Pondok Pesantren Darul Ulum.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Jalan menuju SMA Negeri 17 Padang tersebut, sudah dibangun sejak pertengahan 2022 lalu, melalui pokok-pokok pikiran anggota DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman.

Sementara menjawab kebutuhan warga pisang, akan SMA Negeri, dibutuhkan kesepakatan warga, dan tokoh masyarakat, untuk menghibahkan lahan, demi kebutuhan pembangunan sekolah. Karena keterbatasan anggaran, dan tidak adanya program dan kegiatan pengadaan tanah untuk sekolah, baik dari Pemerintah Kota, atau pun Provinsi.

Terkait keluhan warga banyaknya anak mereka yang tidak bisa masuk sma negeri terdekat, yang berjarak 3 kilometer lebih di SMA Negeri 9 Padang di Cupak Tangah, dan SMA Negeri 4 Padang, di Lubuak Bagaluang.

Evi Yandri menyebut, perlunya lobi eksekutif ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, untuk menyampaikan bahwa sistim zonasi tidak cocok karena keterbatasan jumlah SMA Negeri.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Terpisah, Desrio Putra, anggota DPRD Sumbar Dapil Kota Padang, di Kalumbuk, menjelaskan, program dan kegiatan yang bisa dianggarkan untuk kebutuhan jalan di Kelok Balimbiang, yang jadi lokasi SMK Negeri 11 Padang, adalah di pos anggaran Dinas Pertanian, dengan nama kegiatan Jalan Produksi Pertanian atau jalan usaha tani.

Setelah sebelumnya, tidak memungkinkan untuk dianggarkan di Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang.

Kawasan di tepian bukit di kawasan Balimbiang yang masih menjadi lokasi bertani dan berladang warga sebagai mata pencaharian utama mereka, menjadi alasan bisa dibangunnya jalan pertanian di lokasi tersebut. Termasuk meletakkan anggaran pembangunan jalan yang dibuka melalui manunggal BBGRM 2021 untuk kelurahan Kuranji itu. (adh)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB