Daerah

Smart RW Untuk Pelayanan Publik Era Digital

Jakarta, Prokabar — Istilah Smart City semakin popular di beberapa negara akhir-akhir ini. Dalam salah satu teori menyebutkan, istilah itu adalah:

Smart city merupakan wilayah kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari, dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga. Kemudian adanya integrasi teknologi dalam tata kelola kota dimungkinkan berkat keberadaan internet of things, yaitu jaringan perangkat elektronik yang saling terhubung dan mampu mengirim data ataupun melakukan tindak lanjut dengan campur tangan manusia yang minimal.

Pada perkembangan berikutnya, system itu mengerucut ke kelompok masyarakat yang paling kecil yaitu tingkat RW. Hal itu bisa dilihat dengan diluncurkannya program Smart RW di lingkungan RW 014, kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan.

“Smart RW di kami adalah semangat, rapi dan tertib di segala hal. Baik dari segi kebersihan, tertib administrasi dan pelayanan yang sudah komputerisasi. Dalam menjalankan program ini, semua lini media social akan kami gunakan untuk memberikan informasi kepada warga di lingkungan sini. Untuk informasi, lingkungan kami merupakan cikal bakal pertama di wilayah Jakarta yang meluncurkan program tersebut,” papar Matroji Madani, Ketua RW 014, Kelurahan Gandaria Utara.

Diakui oleh Matroji, ide awal peluncuran program ini datang dari kepengurusan yang dipimpinnya. Harapan dia ke depannya, program ini bisa menarik stakeholder lain yang lebih besar lagi. Terutama sekali bisa memberikan pelayanan public yang baik, dengan menerapkan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) bagi warganya secara online.

“Harapan kami dari pengurus, agar ke depannya warga disini punya wawasan maju dengan perkembangan teknologi yang ada. Era sekarang ini sudah digitalisasi, jadi bukan hanya pakai otot saja akan tetapi otak juga dipakai,” lanjutnya.

“Bagi saya, terobosan melalui program ini cukup bagus dan nuansa Betawinya cukup kental. Harapan saya yang pertama adalah, program yang baru di launching ini didukung oleh masyarakat, karena sangat membantu sekali bagi warga. Seperti misalnya, dalam memberikan pelayanan publik. Terpenting sekarang, sebagus apapun suatu program jika tidak ada sosialisasinya, maka akan sia-sia saja,” tutur Bisman, S.Pdi, tokoh masyarakat di lingkungan tersebut.

Sementara itu, pihak kepengurusan yang baru berjalan sebulan ini juga berharap adanya bantuan dari pihak Pemda DKI untuk membangun sarana RPTRA di lingkungan warga sekitar. Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan berbagai kegiatan baik di bidang pendidikan, seni dan budaya terutama budaya betawi yang kental, bisa tetap terpelihara. (*/hdp)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik

To Top