Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

SMAN 1 Tanjung Raya Training Hypnotherapy Anak Didik Jelang USBK/UNBK

Dibaca : 212

Maninjau, Prokabar — Banyak cara sekolah untuk memotivasi anak didik agar lebih semangat dan terbacu meningkatkan potensi dirinya. Baik ilmu dan pengalaman dimiliki guru pendidik itu sendiri, maupun dengan menghadirkan tenaga profesional dari luar sekolah.

Seperti dilakukan SMAN 1 Tanjung Raya ini. Agar semangat belajar dan meningkatkan kepercayaan diri anak didik, Kepala Sekolah, Burmal beserta jajaran menghadirkan seorang instruktur Hypnotherapi. Bertujuan menghilangkan kecemasan anak didik saat mengikuti USBK dan UNBK.

Kepala SMAN 1 Tanjung Raya, Burmal mengatakan Personality Development Training atau Hypnotheray ini sudah kedua kalinya. Dimulai tahun pelajaran 2018/2019 dan sekarang 2019/2020.

“Merujuk dari kebutuhan persiapan mental dan memotivasi diri personality siswa, untuk memantapkan rasa percaya diri yang tinggi. Sehingga mereka bisa lebih fokus menghadapi USBK dan UNBK tahun ini,” ungkap Burmal.

Disamping itu lanjutnya, berdasarkan testimoni dari siswa tahun lalu, ternyata kegiatan ini banyak manfaatnya. Terutama memberikan rasa percaya diri siswa untuk menempuh ujian tahun ini.

“Kita beharap seluruh siswa dapat mengikutinya sebaik mungkin. Termasuk kepada Bapak dan ibu guru mata pelajaran kelas XII,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah, Candra didampingi Guru BK Humairah Azizaturrahmah, Srimurtini dan Yeni Mirozawari lebih detail menjelaskan. Jumlah siswa yang mengikuti training sebanyak 130 orang.

“Instruktur Training Hypnotherapy dilakukan oleh Rifa’atul. Merupakan instruktur hypnotherapi tingkat nasional. Kegiatan training diawali ice breaking, Identifikasi profil karakter manusia, mekanisme tindakan dan fikiran. Serta muhasabah yakni self re-programming. Menggiring siswa untuk memiliki semangat tinggi dalam hidup, dan penuh percaya diri mencapai cita-cita,” ungkap Humairah.

Selain teoritis, instruktur itu juga sempat melakukan sugesti kepada beberapa orang anak didik. Sehingga tidak dapat membuka kepalan tangan yang terkatup kuat.

“Siswa yang mengikuti terlihat antusias dan bersemangat. Setelah diadakan pelatihan siswa menyatakan dalam keadaan rileks dan lebih percaya diri,” pangkas Wakil Kepala Sekolah, Surya Candra. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top