Skenario BMKG: Jawa Timur Berpotensi Tsunami 30 Meter

Penulis -

Jumat, 4 Juni 2021 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tsunami

Ilustrasi Tsunami

Jakarta, Prokabar.com– Jawa Timur harus siap siaga bencana, begitu kata Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Penelitian dan pemodelan BMKG menyebut Jawa Timur menyimpan potensi gempa yang cukup besar

Namun, BMKG belum bisa memastikan kapan bencana gempa itu akan terjadi.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut skenario terburuk gempabumi di Jawa Timur mencapai M 8,7  dengan potensi tsunami 30 meter di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Dwikorita mengimbau, pemerintah daerah Jawa Timur untuk segera melakukan mitigasi bencana.

“Kami melakukan evaluasi di beberapa klaster wilayah Indonesia yang mengalami peningkatan gempa.”

“Di klaster Jawa Timur ada di lepas pantai selatan Jawa Timur dan Selatan Selat Sunda, Selatan Jawa Barat.”

“Selain itu uga di Selatan Jawa Tengah serta sebelah barat Kepulauan Mentawai yang berdampak ke Sumatera Barat,” kata Dwikora saat Wibinar Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Baca Juga:

Di XL Axiata, Rekrutmen dan Peningkatan Kompetensi Karyawan Tanpa Batasan Gender

Progres Manunggal BBGRM Di Lubuk Lintah Lebihi Target

Permudah Penyidikan, Supir Bus Maut yang menewaskan Tiga Orang Penumpang Ditahan Polisi

Gempa di Jawa Timur

Gempabumi di Jawa Timur selama sebulan, rata-rata terjadi 300 sampai 400 kali.

Sejak Januari 2021, jumlah gempabumi di Jawa Timur meningkat rata-rata 600 kali sebulan.

Pada penelusuran pantai mulai dari Jawa Timur sampai Selat Sunda catatan sejarah gempa sebesar M 7,0.

Skenario terburuk dari catatan tersebut kekuatan gempa yang akan datang bisa mencapai M 8,7 dan bisa membangkitkan tsunami.

“Makanya yang kami cek adalah kesiapan aparat setempat dan pemerintah daerah serta sarana prasarana evakuasi jika terjadi tsunami.”

“Itulah yang kami sampaikan dari kajian dan survei kami,” lanjut Dwikorita.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Skenario terburuk ini dari sekian ratus kali gempabumi, kata Dwikorita, ada zona yang kosong alias seismic gap.

Zona kosong inilah yang memunculkan kekhawatiran gempa berskala besar lantaran belum melepaskan energi sebagai gempa.

“Kita ambil magnitudo tertinggi ini juga dari kajian Pusat Studi Gempa Nasional kemungkinan M 8,7.”

“Itulah yag menjadi dasar skenario terjadinya tsunami,” katanya lagi.

Tapi, Dwikorita tidak bisa memastikan kapan terjadinya, berapa jarak masuknya, sehingga mengharuskan BMKG melakukan pemetaan bahaya tsunami.

Sejarah Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur

Sejak tahun 1936 hingga 1972 ada sembilan kejadian gempabumi yang merusak dengan intensitas guncangan mencapai VII.

“Kalau masa lalu sudah pernah terjadi, kemungkinan juga bisa terjadi di masa depan,” ungkap Dwikorita.

Di Jawa Timur ada patahan aktif seperti Kendeng, Pasuruan.

Pemerintah daerah di wilayah ini perlu mewaspadai Probolinggo yang masuk RMKS (Rembang, Madura, Kedaeng dan Sakala)

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Baca Juga Milenialisme.com

Syarat dan Klarifikasi BKN soal Pendaftaran CPNS 2021

Cyber PR Penunjang Ritel Modern Daya Mart Kota Padang

Cyber PR dalam Komodifikasi Pesan Media

Selain gempa, Jawa Timur juga pernah terjadi tsunami sebanyak enak lai.

Terakir pada 2 Juni 1994 di pesisir Pantai Selatan Jawa Timur, termasuk Banyuwangi.

Berdasarkan simulasi dan pemodelan BMKG yang sistematis perihal potensi tsunami, tinggi maksimum terjadi di Kabupaten Trenggalek dengan 26 sampai 29 meter. Kecepatan tiba tercepatan di Kabupaten Blitar selama 20-24 menit.

Berikut rincian daerah dan potensi ketinggian tsunami:

  • Pantai Popoh Tulung Agung 30 maksimum 30 meter.
  • Teluk Sumbreng Trenggalek maksimum 22 meter.
  • Pantai Munca Banyuwangi maksimum 18 meter.
  • Pancer Banyuwagi 12 meter.
  • Teluk Pacitan 22 meter.
  • Pasirian Lumajang 18 meter.
  • Tempursari Lumajang 18 meter.

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB