Siswi SMA yang Jual Diri di Payakumbuh Berasal dari Limapuluh Kota

Penulis -

Selasa, 10 Juli 2018 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh,-Prokabar: Teka-teki siswi salah satu SMA di Payakumbuh yang diduga jual diri gara gara lantaran tak ada uang untuk membayar SPP, ternyata berasal dari Limapuluh Kota.

“Iya, aslinya Limapuluh Kota. Tapi dia sekolah dan banyak bermain di Payakumbuh,” sebut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Payakumbuh Ajun Komisaris Polisi Chairul Amri Nasution.

Karena ini menyangkut kasus anak di bawah umur, Chairul Amri Nasution tidak merinci alamat korban. Di sebelah Selatan Limapuluh Kota? Chairul Amri hanya mengangguk. “Yang jelas, korban tercatat sebagai salah satu siswi SMA di Payakumbuh,” terangnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Chairul Amri meminta orangtua, dapat mengawasi anak-anaknya. “Kami rasa, kasus seperti ini bisa terjadi, karena lemahnya pengawasan. Ini yang perlu kita bangunkan bersama-sama,” demikian Chairul Amri.

Baca Juga : Tak Punya uang Bayar SPP, Siswi SMA di Payakumbuh Jual Diri

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sebelumnya, seorang siswi salah satu SMA di kota galamai itu, sebut saja Harmoni (17), diduga rela menjajakan dirinya kepada pria hidung belang, lantaran tak punya uang untuk membayar SPP. Nilainya Rp300 ribu.

Diceritakan Kasatreskrim, kejahatan terhadap anak di bawah umur ini, awalnya terungkap begitu sekelompok pemuda di Ibuah, Payakumbuh Barat, menggerebek kediaman “H”.

Diduga, “H” merupakan pria hidung belang yang memanfaatkan korban Harmoni untuk dijadikan pemuas hasrat. “Jadi, ‘H’ ini bisa mengenali siswi SMA tadi, karena diberitahu oleh seorang pria, inisialnya “I”,” sebut Kasatreskrim.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sekali kencan layaknya suami-istri, tersangka “H” membayar Harmoni senilai Rp300 ribu. Bayaran tersebut, oleh “I” diminta pula kompensasinya. “Karena korban butuh uang, maka dia mengganti fee nya dengan melakukan hubungan suami istri bersama “I”,” terang Kasatreskrim. (vbm)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB