Payakumbuh,-Prokabar: Teka-teki siswi salah satu SMA di Payakumbuh yang diduga jual diri gara gara lantaran tak ada uang untuk membayar SPP, ternyata berasal dari Limapuluh Kota.
“Iya, aslinya Limapuluh Kota. Tapi dia sekolah dan banyak bermain di Payakumbuh,” sebut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Payakumbuh Ajun Komisaris Polisi Chairul Amri Nasution.
Karena ini menyangkut kasus anak di bawah umur, Chairul Amri Nasution tidak merinci alamat korban. Di sebelah Selatan Limapuluh Kota? Chairul Amri hanya mengangguk. “Yang jelas, korban tercatat sebagai salah satu siswi SMA di Payakumbuh,” terangnya.
Chairul Amri meminta orangtua, dapat mengawasi anak-anaknya. “Kami rasa, kasus seperti ini bisa terjadi, karena lemahnya pengawasan. Ini yang perlu kita bangunkan bersama-sama,” demikian Chairul Amri.
Baca Juga : Tak Punya uang Bayar SPP, Siswi SMA di Payakumbuh Jual Diri
Sebelumnya, seorang siswi salah satu SMA di kota galamai itu, sebut saja Harmoni (17), diduga rela menjajakan dirinya kepada pria hidung belang, lantaran tak punya uang untuk membayar SPP. Nilainya Rp300 ribu.
Diceritakan Kasatreskrim, kejahatan terhadap anak di bawah umur ini, awalnya terungkap begitu sekelompok pemuda di Ibuah, Payakumbuh Barat, menggerebek kediaman “H”.
Diduga, “H” merupakan pria hidung belang yang memanfaatkan korban Harmoni untuk dijadikan pemuas hasrat. “Jadi, ‘H’ ini bisa mengenali siswi SMA tadi, karena diberitahu oleh seorang pria, inisialnya “I”,” sebut Kasatreskrim.
Sekali kencan layaknya suami-istri, tersangka “H” membayar Harmoni senilai Rp300 ribu. Bayaran tersebut, oleh “I” diminta pula kompensasinya. “Karena korban butuh uang, maka dia mengganti fee nya dengan melakukan hubungan suami istri bersama “I”,” terang Kasatreskrim. (vbm)
















