Padang, Prokabar – Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Padang, terpaksa belajar di ruangan yang jauh dari kata nyaman. Ruangan belajar lebih cocok disebut dengan kelas darurat.
Sekolah yang berada di kelurahan Seberang Palinggam ini, dibangun pada tahun 1970-an. Hingga kini nyaris tidak ada pembangunan yang dilakukan.
Pihak sekolah mengaku sudah pernah meminta bantuan kepada Kementerian Agama untuk mendirikan bangunan baru, namun tidak bisa dilakukan. Alasannya bangunan sekolah ini berdiri di atas tanah hibah milik pemerintah Kota Padang.
“Meski hanya kelas darurat dari kayu dan tidak layak dipakai, proses belajar mengajar siswa tetap dilakukan,” papar Zalidin, Wakil Kepala Sekolah saat berbincang dengan prokabar.com.
“Pihak sekolah dan orang tua murid sangat berharap kepada pemerintah dan Kementerian Agama Sumbar dapat berkoordinasi bagaimana kejelasan bangunan ini, kalau bisa pemerintah kota menghibahkan tanah tersebut untuk kepentingan pendidikan,” lanjutnya.



Saat ini puluhan siswa menuntut ilmu di sekolah ini. Rata rata mereka berasal dari keluarga kurang mampu. (alr)
















