Jakarta, Prokabar – Tujuh tahun setelah ditinggal beberapa personilnya, Nano Band akhirnya kembali dengan single berjudul ‘Kamu’.
Sebelumnya band yang menyisakan dua personil, Opix (keyboard) dan Niyo (vokal) ini sempat merilis single berjudul ‘Separuhku’ di tahun 2018 lalu.
Siapa sangka single tersebut jadi single perpisahan bagi para personil Nano Band. Meski begitu, Opix dan Mito tetap berkomitmen. Mereka membuktikan dengan merilis single terbaru. Bahkan sekembalinya Nano Band, musiknya lebih dewasa.
“Perbedaannya mungkin di nuansa musik dan musikalitas nya lebih dewasa. Karena Nano di single ini hanya berdua, jadi pemain gitar kita hire additional. Dan itu memberi sedikit perubahan warna di musik single kali ini,” jelas Opix saat ditemui Prokabar.com di Albero Cafe di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/9).

Dikisahkan Opix, lagu ini menceritakan tentang seorang pria yang berkarakter cuek, tidak romantis dan tidak bisa mengungkapkan perasaan sayang serta cintanya secara langsung baik perkataan maupun tindakan. Namun dibalik sikapnya tersebut, sebenarnya dia sangat mencintai pasangannya.
“Di Iagu ini kita akan merasakan berbunga-bunga, bahagia, dan indahnya mencintai serta menyayangi. Dunia terasa indah bila kita punya cinta,” ungkap Opix.
Dengan lirik yang mudah dicerna, Opick pun meramu musiknya dengan cukup sederhana. Di dominasi dengan piano dan dibalut dengan vokal Niyo yang manis, lagu ini memang sangat mengena di telinga para pendengarnya.
“Untuk aransemen, saya bikin dengan sentuhan suara piano yang manis, suara Niyo yang khas dan empuk serta dibantu oleh additional gitar dan drum untuk memberi sedikit warna baru,” papar Opick.
Walau tinggal berdua, Opix dan Niyo mengaku sama sekali tak merasa kesulitan saat mengerjakan single ini. Justru mereka merasa ringan karena tak banyak orang yang ikut campur.
“Paling pengaturan jadwal masuk studio aja yang kadang suka bentrok dengan kesibukan masing-masing. Dan video clip kita sudah dibikin di Singapura. kayaknya fun=fun aja, nggak ada kesulitan,”beber Opix.
“Kesulitan adaptasi paling kalau sekarang kan pada berkeluarga dan punya kesibukan masing-masing. Jadi dalam pengaturan schedule Iebih diperhatikan aja. Tapi no problemo lah,” sambung Opix.

Menurut Opix, Nano Band kini memang telah berubah. Kedewasaan dalam bermusik serta penulisan lirik menjadi benang merah mereka. “Lagu yang easy listening, catchy, dan baper. Semenjak single “separuhku”, kita ingin merubah lagu-Iagu Nano untuk menyerbarkan energi yang positif alias happy ending,“ tegas Opix.
Nama Nano Band sempat menjadi perbincangan saat album pertama mereka yang bertajuk VER 1.0 dilempar ke pasaran. Saat itu mereka mengandalkan single utamanya yang berjudul ‘Sebatas Mimp’i’ yang kemudian dilanjutkan dengan single kedua mereka yang berjudul ‘Sampai Kumati’.
Nama Nano Band sendiri diambil dari nama satuan ukur terkecil di dunia. Band asal Bandung, Jawa Barat ini ingin agar musik mereka memberikan dampak yang besar bagi industri musik Indonesia. (beb)
















