Daerah

Sirkuit Road Race Kandih Sawahlunto Diresmikan

Sawahlunto, Prokabar — Wakil Gubernur Sumbar mendukung penuh pembangunan sirkuit road race Kandih, Sawahlunto untuk menjadi standar nasional. Hal tersebut disampaikannnya saat membuka Motorprix region 1 Sumatera putaran 3 Sumatera Barat di Sawahlunto, Minggu (18/8).

Selain untuk bisa mendongkrak perekonomian Sawahlunto, sirkuit ini akan menjadi tempat bagi para milleneal untuk dapat menyalurkan bakat dan minatnya.

“Para millenal merupakan harapan bangsa, kita harus memikirkan mereka, namun jangan hanya bicara, tapi mesti bekerja untuk itu secara bersama-sama” sebut Nasrul Abit pada acara yang juga dihadiri juga oleh Walikota Sawahlunto, Ketua IMI Sumbar dan undangan lainnya.

Dengan diikuti pebalap-pebalap sari seluruh wilayah Sumatera, Wagub mengatakan pebalap tersebut akan berpeluang tampil di PON 2010 di Papua, untuk mewakili daerah masing-masing.

Selanjutnya, Wagub juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Arif Murizal. Pebalap yang meninggal saat mengikuti ajang Motorprix Region 1 putaran kedua, Riau, Sabtu (27/7).

“Mari kita sama-sama berdoa, agar para pebalap terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan, dan semoga selalu dilindungi Allah SWT” harapnya.

Sementara Walikota Sawahlunto Deri Asta, menyampaikan saat ini sirkuit road race kandih sudah masuk dalam region Sumatera, namun target kedepan, sirkuit ini sudah menjadi standar nasional.

“Tahun depan akan kita tingkatkan lagi fasilitas sirkuit seluas 393 ha ini” terangnya.

Namun demikian, dikatakan Deri Asta pengembangan sirkuit ini tentunya membutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi.

“Karena anggaran kami terbatas, kami sangat mengharapkan bantuan dari Pak Wagub untuk kelanjutan sirkuit ini, sehingga kedepan Sawahlunto bisa menggelar event balapan bertaraf internasional yang dampaknya tentu kepada masyarakat Sawahlunto” harapnya.

Motorprix region 1 Sumatera putaran 3 Sumatera Barat tahun ini diikuti oleh kurang lebih 200 pebalap yang berasal dari tim-tim dari Aceh hingga Lampung, dan dilaksanakan dari 17-18 Agustus 2019.

“Untuk juri berasal dari Jakarta, Bengkulu dan Kepulauan Riau” sebut ketua panitia pelaksana kegiatan, Halomoan.

Selain itu, juga diserahkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga almarhum Arif Murizal senilai Rp. 55.800.000,-. (rel/hdp)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top