Jakarta, Prokabar – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak diselenggarakan pada Rabu (27/6) lalu. Puluhan pasangan gubernur dan walikota tengah berharap cemas menanti final hasil pemungutan suara.
Tahun ini calon kepala daerah yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibanjiri kalangan artis. Mereka adalah, Dedy Mizwar, Hengky Kurniawan, Inggrid Kansil dan Nurul Arifin. Seperti apa harapan keempat artis ini.
1. Deddy Mizwar
Demiz sebutan nama singkatan Deddy Mizwar di ranah politik. Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013 – 2018 ini kembali mencalonkan diri di Pilgub 2018. Berbeda dengan jabatan sebelumnya, Si Naga Bonar maju bersama Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta).

Hari ini Demiz bersama istrinya menggunakan hak pilihnya di TPS 61 di Blok G1 Perum Jatiwaringin Asri RT 015/013 Kelurahan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi.
Pria kelahiran 5 Maret 1955 ini optimis bila tahun ini kemenangan berpihak padanya. Apa yang akan dilakukannya nanti?
“Insya Allah kita sujud syukur dulu. Tadi kita sedang mempersiapkan kemenangan, itu yang sulit. Orang mah siap kalah, kalau saya siap menang,” optimis Deddy pada wartawan.
Menurut aktor yang meraih Pemeran Pria Terbaik FFI dalam Naga Bonar Jadi 2 (2007) ini menyebut kemenangan itu lebih sulit. “Menyiapkan kekalahan sangat mudah, menyiapkan kemenangan itu lebih sulit, karena amanahnya lima tahun ke depan,” serunya.
2. Nurul Arifin
Cawalkot Bandung Nurul Arifin optimis menang di Pilwalkot Bandung 2018 dengan raihan suara mencapai 40 persen. Menurutnya hal itu tak lepas dari kerja keras saat masa kampanye lalu bersama wakilnya Chairul Yaqin Hidayat.

“Optimistis. Insyaallah lebih dari empat puluh persen,” ujar Nurul usai mencoblos di TPS 1, Jalan Jajaway Dago Atas, RW 1 RT 1, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Wanita kelahiran 18 Juli 1966 ini yakin akan kemenangan dirinya di kampung halamannya. “Saya ini banyak didukung ibu-ibu. Warga Bandung juga punya keinginan sama mencetak sejarah untuk punya wali kota perempuan pertama,” ujar politisi Golkar.
Selain itu, Nurul pun ingin melanjutkan tugas Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung.
“Saya ingin meneruskan apa yang dikerjakan Pak RK (Ridwan Kamil), kemudian kalau juga ada yang harus dilengkapi akan melengkapi itu semua,” katanya.
3. Hengky Kurniawan
Aktor Hengki Kurniawan ikut meramaikan ‘panasnya’ Pilkada serentak Jabar 2018.

Hengki Kurniawan mencalonkan diri sebagai wakil bupati Bandung barat, diusung oleh Nasdem, Demokrat, PAN, PKS, dan PKPI Bandung Barat.
Ia berpasangan dengan Aa Umbara yang merupakan Ketua DPRD Bandung Barat.
Sebelum bertarung di Pilkada jabar, ternyata aktor tampan itu sempat dua kali gagal di pemilihan kepala daerah Kediri dan Kabupaten Bekasi.
Hengky mengungkapkan bahwa dorongan untuk maju pada Pilbup Bandung Barat bermula dari dorongan teman dari partai dan organisasi.
“Awalnya saya ada beberapa sahabat partai di KBB, juga ada beberapa organisasi, mereka mengajak bertemu, mengobrol diskusi panjang lebar,” ujar Hengky.
Hengky mengklaim nihil sponsor dan tak bermodal banyak untuk bertarung Pilbup KBB. Ia memanfaatkan jaringan-jaringan organisasi yang sudah lama dikenalnya.
“Saya tidak punya sponsor, modalnya jaringan, the power of silaturahmi. Banyak dibantu teman-teman relawan, ada juga teman-teman organisasi seperti KNPI, KSBI, Persis, HMI dan lainnya,” ucap Hengky.
4. Inggrid Kansil
Artis selanjutnya yang maju di Pilkada serentak Jabar 2018 adalah Inggrid Maria Palupi Kansil atau dikenal Inggrid Kansil.

Ia maju Pilkada Kabupaten Bogor dengan mencalonkan diri sebagai wakil bupati mendampingi Ade Ruhendi alias Jaro Ade.
Pasangan Ade Ruhendi-Inggrid Kansil maju setelah didukung lima partai yaitu Golkar, Demokrat, PKS, Nasdem, dan PAN.
Alasan Inggrid maju ke Pilbup adalah tugas dan amanah dari partai. Inggrid mengaku bahwa keputusan tersebut merupakan komunikasi politik yang dilakukan oleh beberapa partai. Sebagai seorang kader, Inggrid siap mengikuti arahan pimpinan.
“Ini terkait dengan penugasan partai. Jadi saya tentunya sebagai kader yang berusaha menjadi kader yang baik harus mengikuti apa yang diarahkan oleh pimpinan pusat dalam hal ini DPP. Jadi kalau saya pribadi tentunya ditugaskan dimana pun saya harus siap,” ujarnya.
Inggrid mengaku antara dirinya dan Jaro Ade adalah sosok yang saling melengkapi.
“Kita saling melengkapi. Baik gender laki-laki maupun gender perempuan,” katanya.
Saat ditanya alasannya memilih Kabupaten Bogor, Inggrid merasa sebagai warga Bogor dan selalu mengamati perkembangan Bogor.
“Kenapa saya memilih Kabupaten Bogor karena saya tinggal di Sentul dari tahun 1997. Saya sering keliling-keliling di Kabupaten Bogor dan saya mengamati perkembangan Bogor,” tutupnya. (beb)
















