Wisata

Silek Lanyah, Tarian Jebakan Nan Eksotis Di atas Lumpur

Foto : Gas / Prokabar

Padang Panjang, Prokabar — Indonesia kaya akan budaya dan tradisi, semua orang tahu. Dari Sabang sampai Merauke, tiap tiap daerah memiliki budayanya masing masing, begitu juga tradisi. Bumi Minangkabau, ada didalam itu.

Etnis Minangkabau sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan keindahan dan keragaman alam, warisan jati diri, filosofi, kearifan lokal, kuliner, hingga pola masyarakatnya yang sangat dikenal sebagai etnis perantau.

Berbicara tradisi, Sumatera Barat khususnya, memiliki peran aktif. Tradisi nya banyak, contohnya saja, silat.

Di Minangkabau sendiri, silek atau silat memiliki beberapa aliran, diantaranya Silek Harimau.

Silek merupakan salah satu warisan jati diri dan kebudayaan nenek moyang masyarakat Minangkabau. Bahkan sampai sekarang masih dijaga keberadaannya oleh “Pandeka Minang”

Selain pertahanan diri, beladiri asli Minangkabau ini merupakan sarana pendidikan pembentukan karakter masyarakat.

Gerakan silek diciptakan oleh nenek moyang Minangkabau dengan nilai dan kearifan.

Alam Takambang Jadi Guru. Begitu dalil filosofi yang dianut masyarakat minang. Gerakan silat pun, berpatokan kepada gerakan harimau di aliran silat harimau. Cakaran dan kuncian, itulah serangan mematikannya.

Lahia Silek Mancari Kawan, Bathin Silek Mancari Tuhan begitu dalil lainnya.

Salah satu silek yang terkenal diantaranya adalah silek lanyah yang merupakan silek yang berasal dari Desa Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Silek Lanyah menurut daerah asalnya secara harfiah dapat berarti silat di atas tanah basah atau lumpur. Silek Lanyah sering dilakukan di petak petak sawah yang basah atau tergantung petakan mana yang tersedia.

Sebenarnya, Silek Lanyah secara turun temurun merupakan atraksi silat yang dikembangkan dari Silek Tuo Gunuang yang diwariskan dari masa ke masa di Desa Kubu Gadang.

Ketika silek lanyah di peragakan, biasanya akan disertai dengan tabuhan Gendang dan diiringi oleh tiupan serunai, kemudian beberapa pasang
pesilat turun ke sawah dengan kuda- kudanya.

Para Pesilat-pesilat menunjukan jurus jurus seperti jurus bantingan dan tatkala jatuh maka airpun berkecipak ke mana-mana. Silat ini bagaikan tarian jebakan terkadang elok menawan, terkadang menaklukkan. (gas)

Berani Komen Itu Baik

Tirto.ID
Loading...
To Top