Silek Lanyah, Tarian Jebakan Nan Eksotis Di atas Lumpur

Penulis -

Minggu, 3 November 2019 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Panjang, Prokabar — Indonesia kaya akan budaya dan tradisi, semua orang tahu. Dari Sabang sampai Merauke, tiap tiap daerah memiliki budayanya masing masing, begitu juga tradisi. Bumi Minangkabau, ada didalam itu.

Etnis Minangkabau sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan keindahan dan keragaman alam, warisan jati diri, filosofi, kearifan lokal, kuliner, hingga pola masyarakatnya yang sangat dikenal sebagai etnis perantau.

Berbicara tradisi, Sumatera Barat khususnya, memiliki peran aktif. Tradisi nya banyak, contohnya saja, silat.

Di Minangkabau sendiri, silek atau silat memiliki beberapa aliran, diantaranya Silek Harimau.

Silek merupakan salah satu warisan jati diri dan kebudayaan nenek moyang masyarakat Minangkabau. Bahkan sampai sekarang masih dijaga keberadaannya oleh “Pandeka Minang”

Selain pertahanan diri, beladiri asli Minangkabau ini merupakan sarana pendidikan pembentukan karakter masyarakat.

Gerakan silek diciptakan oleh nenek moyang Minangkabau dengan nilai dan kearifan.

Alam Takambang Jadi Guru. Begitu dalil filosofi yang dianut masyarakat minang. Gerakan silat pun, berpatokan kepada gerakan harimau di aliran silat harimau. Cakaran dan kuncian, itulah serangan mematikannya.

Lahia Silek Mancari Kawan, Bathin Silek Mancari Tuhan begitu dalil lainnya.

Salah satu silek yang terkenal diantaranya adalah silek lanyah yang merupakan silek yang berasal dari Desa Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Silek Lanyah menurut daerah asalnya secara harfiah dapat berarti silat di atas tanah basah atau lumpur. Silek Lanyah sering dilakukan di petak petak sawah yang basah atau tergantung petakan mana yang tersedia.

Sebenarnya, Silek Lanyah secara turun temurun merupakan atraksi silat yang dikembangkan dari Silek Tuo Gunuang yang diwariskan dari masa ke masa di Desa Kubu Gadang.

Ketika silek lanyah di peragakan, biasanya akan disertai dengan tabuhan Gendang dan diiringi oleh tiupan serunai, kemudian beberapa pasang
pesilat turun ke sawah dengan kuda- kudanya.

Para Pesilat-pesilat menunjukan jurus jurus seperti jurus bantingan dan tatkala jatuh maka airpun berkecipak ke mana-mana. Silat ini bagaikan tarian jebakan terkadang elok menawan, terkadang menaklukkan. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB