Silaturrahim Ulama se-Kota Padang, Ini Pesan Ketua MUI Sumbar

Penulis -

Rabu, 1 Mei 2019 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar menegaskan, Ramadan merupakan bulan untuk menempa diri dalam mengendalikan syahwat. Termasuk syahwat dalam mengkonsumsi segala sesuatu.

“Ramadan disyariatkan bukan hanya sebatas untuk menahan haus dan lapar. Jadi, mari menjalankan Ramadhan dan Hari Raya dengan kesederhanaan”, ujar Buya Gusrizal pada Silaturrahim Temu Ulama se-Kota Padang di ruang rapat Exellence Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat, Selasa (30/4).

Lebih lanjut dikatakan, keterlibatan ulama dalam urusan pengendalian inflasi saat Ramadhan menjadi langkah maju dalam menyelesaikan persoalan keumatan. Ulama yang notabene-nya dekat dengan umat juga bertanggungjawab dengan kemaslahatan umat.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Saya ucapkan terimakasih kepada BI Perwakilan Sumatera Barat atas diselenggarakannya acara ini. Disini kita bisa saling sharing informasi dan berdiskusi tentang persoalan umat, terutama dalam mengendalikan syahwat belanja pada Ramadhan. Tentunya, dengan tujuan untuk kemashlahatan umat”, ungkap Buya Gusrizal.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat, Wahyu Purnama mengatakan, konsumsi bijak saat Ramadhan sangat perlu dilakukan untuk menekan angka inflasi. Karena, ketika inflasi terjadi akan membebani masyarakat dan daya beli akan menurun.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Disamping peran strategis ulama dalam mengimbau masyarakat untuk mengatur konsumsi, belanja bijak dan hidup sederhana sesuai syariat, kita juga melakukan operasi pasar bersama stakeholder lainnya untuk menekan angka inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat”, ujar Wahyu.

Dikesempatan yang sama, Wali Kota Padang Mahyeldi mengapresiasi keterlibatan seluruh stakeholder dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Padang. Apalagi, dengan adanya peran ulama dalam perkara keumatan ini.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Daya beli masyarakat harus kuat. Pemko Padang bersama stakeholder lainnya termasuk BI Perwakilan Sumbar telah melakukan pertemuan untuk membahas ketersedian kebutuhan pokok selama Ramadhan”, tutur Mahyeldi.

Ia menambahkan, berbagai upaya dan rencana untuk mengendalikan inflasi juga telah disiapkan sebaik mungkin oleh seluruh stakeholder. (humas/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB