Sijunjung Sinergikan Program Perhutanan Sosial dengan Kebijakan Daerah

Penulis -

Kamis, 22 Agustus 2019 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sijunjung, Prokabar – Kabupaten Sijunjung akan mensinergikan program Perhutanan Sosial dengan kebijakan pembangunan daerah agar bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, terutama yang berada di sekitar hutan.

“Sijunjung punya 29.565 hektare kawasan perhutanan sosial atau 16,8 persen luas hutan daerah itu. Potensinya sangat besar untuk perekonomian masyarakat. Pemkab setempat juga setuju adanya sinkronisasi dengan kebijakan daerah,” kata pendamping KKI Warsi, Yudhi, kemarin.

Menurut dia, Warsi telah bertemu dengan Sekretaris Daerah Sijunjung, Zefnihan membahas sinkronisasi program itu dan mendapatkan dukungan positif.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Apalagi saat ini Sijunjung tengah mempersiapkan kawasan Geopark sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

Sekda Sijunjung Zefnihan mengatakan geopark silokek yang sudah terdaftar sebagai salah satu geopark nasional ke depannya akan dikembangkan dan menjadi prioritas daerah. Perlu sinkronisasi dengan semua pihak termasuk NGO.

Warsi melihat ada sinkronisasi antara Perhutanan Sosial dan Geopark Sijunjung di dua lokasi kecamatan yakni kecamatan Sijunjung dan Sumpur Kudus.

Beberapa nagari di kawasan Geopark merupakan pemegang izin Perhutanan Sosial. “Dari analisis peta, ada 10 unit LPHN dan satu HTR serta empat nagari tengah proses usulan yang berada di kawasan geopark, dengan total kawasan perhutanan sosial mencapai 23.446 hektare.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Sementara itu dalam proses pengusulan mencapai 11.294 hektare. Artinya lebih dari 79 persen kawasan perhutanan sosial Sijunjung (22 unit) berada di kawasan Geopark.

“Angka ini sangat signifikan sekali, sejalan dengan inisiatif Pemkab terkait Geopark” kata spesialis GIS KKI Warsi, Ahmad Salim.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Prinsip perhutanan sosial yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan penguasaan pengelolaan kawasan hutan selama ini sealur dengan prinsip wisata dan konservasi dalam pengembangan Geopark Silokek.

“Geopark Silokek dan Perhutanan Sosial itu saling berkait. Kita tidak mungkin melarang masyarakat begitu saja untuk beraktivitas atau memanfaatkan hasil hutan. Selama ini, masyarakat hanya dijelaskan kalau kawasan hutan lindung tidak boleh dimanfaatkan, namun tidak dicarikan solusi. Ini adalah salah satu jawaban atas persoalan itu,” katanya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB