Trending | News | Daerah | Covid-19

Artikel

Sibuk Utak-atik Kriteria Gubernur Sumbar, Para Bakal Calon Masih Cuek

Dibaca : 186

Padang, Prokabar — Berbagai elemen, pers, tokoh, petantau, perguruan tinggi, sudah sibuk utak-atik kriteria calon Gubernur Sumbar mendatang. Sementara para tokoh nan akan turun gelanggang masih terkesan cuek saja.

Para pemangku kepedulian pada Sumbar dengan serius mencoba menyusun-yusun calon gubernur mereka. Mulai dari tukar mindstet lah, yang harus bisa membuat pertumbuan ekonomi hingga 7 persen, juga ada kriteria lain. Punya hubungan baik dengan rantau, tokoh dan sumando.
Semua itu tampaknya belum jadi pikiran bagi para calon-calon.

Dari berbagai sumber yang diterima dan berseliweran, sampai saat ini elektabilitas tertinggi diklaim milik dua ‘M’ yakni Mulyadi dan Mahyeldi, kedua pendukung saling klaim keunggulan, mulai dari survei a,b,c dan d hingga polling di Medsos keduanya saling berpacu.

Dibawah keduanya ada nama bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni dan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Kedua sosok ini termasuk paling kerap menyapa pengguna jalan terutama di Padang melalui baliho-balihonya.

Ali Mukhni, mau tinggi atau rendah elektabilitasnya, tapi pasangan tak dapat-dapat. Serupa tapi tak sama dengan peraih suara Pileg lalu di Sumbar 2, Mulyadi, meskipun jadi jawara survei sampai saat ini belum menentukan pendamping untuk berlaga di pilgub.

Santer terdengar, Mulyadi lebih mau berdampingan dengan Nasrul Abit, sebab suara di Pesel signifikan. Namun, Nasrul tampak condong memilih sosok Bupati Agam, Indra Catri. Tampaknya ini untuk antisipasi, mana tahu PKS memilih Mahyeldi, maka Riza Palepi, yang dicadangkan untuk cawagub Nasrul Abit, habis harapan. Jika Riza yang lolos maka Mahyeldi yang gigit jari.

Sementara itu sosok bersahaja Dony Moenek, juga belum mengepakkan sayapnya, adek ayem saja, mungkin dikarenakan Sekjen DPD RI tengah banyak pertimbangan atau mengatur strategi. Serupa dengan mantan bupati Tanah Datar, Shadiq Pasadigoe yang belum tampak betul penetrasinya, namun satu-dua balihonya sudah jauh-jauh hari mengisi ruang publik.

Sampai hari ini baru Fakhrizal yang telah menemukan tambatan yakni Walikota Pariaman, Genius Umar. Lewat jalur independen, pasangan ini bersitungkin mengumpulkan dukungan dari masyarakat.

Dari semua dinamika yang terjadi, rasanya sampai saat ini para kontestan tentu belum memikirkan pertumbuhan ekonomi, atau merubah midset. Mereka masih disibukkan dengan lobi-lobi politik, penguatan tim pemenang, bahkan menseleksi kriteria calon lain sebagai pendamping. Mereka fokus pada tujuan untuk bisa maju dan di usung serta menang, tekait harapan lain, nanti sajalah. (hdp)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top