Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Siapa Bilang Puan Maharani Bukan Berdarah Minang, Ini Silsilahnya

Fatmawati (Kiri) berfoto bersama ayahnya Hasan Din dan Ibunya Siti Chadijah
Dibaca : 1.8K

 

Padang, Prokabar – Megawati Soekarno Putri mengalir darah Minang. Darah itu dialirkan melalui ibunya, Fatmawati yang asli orang Minang. Ayah Fatmawati bernama Hasan Din, lahir di Padang, Sumatera Barat. Ibunya Siti Chadijah, keturunan Kesultanan Indrapura, Pesisir Selatan.

Keduanya lalu merantau ke Bengkulu. Hasan Din lalu dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah paling berpengaruh di Bengkulu. Orang Bengkulu akrab memanggilnya “Datuk”.

Selain aktif berdakwah, Hasan juga dikenal sebagai saudagar sukses. Dia bahkan pernah diangkat menjadi Direktur Bank Muslim Indonesia. Setelah kemerdekaan dia mendirikan perusahaan ekspor impor, perusahaan ini diberi nama PT Mega. Diambil dari nama cucunya Megawati Soekarno Putri.

Di Minangkabau, garis keturunan ditarik dari ibu atau matrilinial. Jika Siti Chadijah adalah Minang, maka Fatmawati juga adalah bundo kanduang, walaupun dia berada di perantauan. Kemudian Megawati otomatis bersuku Minangkabau, dan terakhir Puan Maharani, adalah orang Minang.

Masih ragu dengan darah Minang Puan Maharani ? Ayah Puan adalah Taufik Kiemas. Walaupun dia besar di Palembang, namun ibu Taufik berasal dari Minangkabau, tepatnya di Sabu, Batipuh, Tanah Datar. Dia bersuku Sikumbang. Semasa hidupnya, Suami dari Megawati ini juga adalah niniak mamak di kaumnya, bergelar Datuak Basa Batuah. Saat pengukuhan tahun 2003 itu, Megawati juga diberi gelar Puti Reno Nilam.

Garis keturunan itu menjelaskan bahwa Puan Maharani berdarah Minangkabau. Tidak bisa dibantah.

Lalu ketika dia mengkritik Sumatera Barat untuk mendukung negara Pancasilais, tidak seorangpun tahu motifnya. Apakah dia punya pengalaman buruk tentang Sumatera Barat, atau menjadi otokritik bagi dirinya sendiri. Hanya Puan dan Tuhan yang tahu.(laf)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top