Padang, Prokabar – Malam ini, Selasa (8/11), Shalat Gerhana Bulan akan dilaksanakan di Masjid Raya Sumbar mulai pukul 18.42 WIB.
Pelaksanaan shalat gerhana bulan ini akan dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Audy Joinaldy, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr Nasarudin Umar serta Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Dr Helmi. Dengan imam shalat H Irsyad SIQ.
Mari hadiri beramai-ramai shalat gerhana ini yang diawali dengan shalat magrib berjamaah.
Shalat gerhana merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pelaksanaannya oleh Rasulullah SAW. Seperti diketahui, fenomena astronomi gerhana bulan total akan terjadi hari ini, Selasa 8 November 2022 mulai pukul 18.16 Wita (19.16 WIB). Puncak gerhana bulan total akan terjadi pada pukul 18.59 Wita (19.59 WIB).
Durasi fase gerhana bulan total di wilayah Sulawesi Selatan yakni 3 jam 40 menit 23 detik. Diawali dengan fase gerhana total mulai yakni pukul 18.16 Wita (19.16 WIB).
Panduan Shalat Gerhana Bulan Total 8 November 2022
Sebelum melakukan Shalat gerhana bulan, harus mengetahui terlebih dahulu niat Shalat gerhana bulan. Niat saat akan melaksanakan Shalat gerhana bisa diucapkan dalam hati, ataupun dilafalkan dengan lisan.
Dikutip dari laman NU Online, berikut ini niat Shalat gerhana bulan, bacaan latin, dan terjemahannya:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى
Bacaan latin:
Ushallî sunnatal khusûf rak’ataini imâman/makmûman lillâhi ta’âlâ Artinya
Artinya:
“Saya shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”
Tata Cara Shalat Gerhana
Setelah mengetahui niat Shalat gerhana, selanjutnya perlu diketahui pula tata cara pelaksanaan Shalat gerhana.
Berikut ini tata cara pelaksanaannya yang dilansir dari laman Kementerian Agama RI:
Berniat di dalam hati
Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa
Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: “Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana.”(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
Kemudian rukuk sambil memanjangkan bacaannya
Kemudian bangkit dari rukuk (i’tidal) sambil mengucapkan ‘Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd’
Setelah i’tidal tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang, berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
Kemudian rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya
Selanjutnya, bangkit dari rukuk (i’tidal)
Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali
Selanjutnya, bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua. Rakaat kedua ini dilaksanakan sebagaimana rakaat pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya
Salam
Setelah melaksanakan Shalat gerhana, imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, dan bersedekah. (mbb)
















